Mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Ayah Wakil Bupati Agam, Tutup Usia

  • Bagikan

Agam, AMC – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal. Ayahanda tercinta, Bachtiar Chamsyah, yang merupakan mantan Menteri Sosial Republik Indonesia, meninggal dunia pada usia 80 tahun di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Kamis (24/9) malam.

Almarhum Bachtiar Chamsyah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat. Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Puspitek Raya Gg. Samping, Kelurahan Setu, RT 14/04 No. 26 A, Setu, Tangerang Selatan, Banten.

Dalam suasana duka tersebut, Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM Dt. Tan Batuah, bersama jajaran pemerintah daerah dan keluarga besar Kabupaten Agam, turut menyampaikan belasungkawa dengan melayat ke rumah duka.

Kehadiran Bupati Agam menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan duka cita atas berpulangnya sosok yang telah banyak mengabdikan diri dalam pemerintahan dan kehidupan politik nasional tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Agam dan keluarga besar masyarakat Kabupaten Agam, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Bachtiar Chamsyah. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” demikian ungkapan belasungkawa Bupati Agam.

Bachtiar Chamsyah dikenal sebagai salah seorang tokoh nasional yang pernah dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia pada dua masa pemerintahan, yakni era Presiden Megawati Soekarnoputri dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebelum dipercaya menjadi Menteri Sosial, Bachtiar Chamsyah terlebih dahulu berkiprah sebagai anggota DPR RI. Pada 1999, ia duduk di Komisi V dan VI DPR RI. Dua tahun kemudian, pada 2001, ia diangkat sebagai Menteri Sosial RI dalam Kabinet Gotong Royong.

Pengabdiannya di dunia politik juga ditandai dengan kiprahnya sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Bachtiar Chamsyah lahir di Sigli, Pidie, Aceh, pada 31 Desember 1945. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, sahabat, serta berbagai kalangan yang pernah bersinggungan dengan perjalanan pengabdiannya di tingkat nasional.

Pemerintah Kabupaten Agam menyampaikan doa agar seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, diampuni segala khilaf dan kesalahannya, serta keluarga yang ditinggalkan, khususnya Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal beserta keluarga, diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.-
Penulis : Tori
Editor : Harmen

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *