Wabup Agam dan Andre Rosiade Sosialisasikan Rencana Tol Bukittinggi -Sicincin 

  • Bagikan

Sungai Pua, AMC – Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal SE MCom bersama Anggota DPR RI, Andre Rosiade, melakukan sosialisasi sekaligus dialog dengan masyarakat Kecamatan Sungai Pua dan Banuhampu terkait rencana pembangunan jalan tol ruas Bukittinggi- Sicincin serta pembangunan akses jalan alternatif di wilayah tersebut.

Kegiatan yang diikuti masyarakat dan sejumlah pemangku kepentingan itu berlangsung di Aula Darul Qur’an Sariak, Kecamatan Sungai Pua, Kamis (17/9).

Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Andre Rosiade beserta rombongan yang telah turun langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan penjelasan mengenai rencana pembangunan infrastruktur strategis tersebut.

Menurutnya, sosialisasi seperti ini penting dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai rencana pembangunan, termasuk manfaat, tahapan, serta berbagai hal yang berkaitan dengan pembebasan lahan.

“Pemerintah Kabupaten Agam sangat mengapresiasi perhatian dan upaya yang dilakukan untuk menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Mudah- mudahan melalui komunikasi dan dialog seperti ini, masyarakat mendapatkan pemahaman yang utuh,” ujar Muhammad Iqbal.

Ia berharap pembangunan jalan tol dan akses bypass nantinya dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Kecamatan Sungai Pua dan Banuhampu.

Selain memperlancar mobilitas masyarakat, keberadaan akses transportasi yang lebih baik diyakini dapat mempercepat distribusi berbagai komoditas dan hasil pertanian dari Kabupaten Agam menuju daerah lain.

Sementara itu, Anggota DPR RI, Andre Rosiade, menyampaikan bahwa pemerintah pusat memiliki komitmen untuk terus membangun Sumatera Barat, termasuk mempercepat pembangunan infrastruktur pasca bencana.

Ia menyebutkan, total anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat untuk pembangunan pascabencana di Sumatera Barat mencapai sekitar Rp19 triliun.

“Kalau hanya mengandalkan anggaran pemerintah kabupaten dan provinsi, tentu membutuhkan waktu yang cukup lama. Dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, pembangunan di Sumatera Barat diharapkan dapat berjalan lebih cepat,” katanya.

Andre menjelaskan, pembangunan fisik yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dapat didukung melalui anggaran pusat, sedangkan proses pembebasan lahan menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat.

Untuk rencana akses jalan tol sejumlah titik akan dilengkapi terowongan atau flyover dengan jarak tertentu. Konsep tersebut diarahkan agar pembangunan jalan tidak memutus atau memisahkan wilayah nagari yang dilalui.

Selain itu, direncanakan exit tol berada di kawasan Pasar Amur. Dari kawasan tersebut menuju Simpang Taluak akan dibangun jalan bypass atau akses yang terhubung dengan jaringan tol sepanjang sekitar 6,5 kilometer.

Menurut Andre, pembangunan jalan tol tersebut juga diharapkan dapat menjadi jalur alternatif bagi masyarakat Sumatera Barat. Kondisi geografis Sumatera Barat yang rawan bencana menyebabkan sejumlah jalur utama berpotensi mengalami kerusakan atau bahkan terputus ketika terjadi bencana.

“Dengan adanya jalur alternatif, kita berharap konektivitas antar daerah tetap terjaga ketika jalur utama mengalami gangguan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur transportasi tersebut juga akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendistribusikan hasil pertanian dari Kabupaten Agam ke berbagai daerah.

“Harapan kita, pembangunan ini bisa membuka akses yang lebih luas, meningkatkan konektivitas, sekaligus mendorong perekonomian masyarakat,” katanya.

Andre juga mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan tersebut. 

Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi bagian penting agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Ia berharap, dengan terbangunnya jaringan transportasi yang semakin baik, konektivitas Padang -Bukittinggi-Riau dapat berjalan lebih lancar dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Kegiatan sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan dialog dan diskusi bersama masyarakat. Dalam sesi tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai pertanyaan, masukan, serta aspirasi terkait rencana pembangunan jalan tol, bypass, pembebasan lahan, dan dampak pembangunan terhadap kehidupan masyarakat di wilayah Sungai Pua dan Banuhampu.-
Penulis: Harry
Editor : Reska/Harmen

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *