Lubukbasung, AMC – Pemerintah Kabupaten Agam kembali menggelar pengajian mingguan bersama para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Agam, di Rumah Dinas Bupati Agam, Lubuk Basung, Senin (7/9) malam.
Pengajian yang dipimpin Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan tausiah agama.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Agam, Rosva Deswira, S.Pi., M.Si., bertindak sebagai penceramah dengan mengangkat tema “Ketahanan Pangan dalam Bingkai Islam.”
Dalam tausiahnya, Rosva menjelaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan, tetapi juga merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kehidupan sekaligus amanah dari Allah SWT.
Menurutnya, pangan yang dikonsumsi harus memenuhi prinsip halal dan thayyiib, yakni sesuai syariat, baik, sehat, serta aman bagi tubuh.
Rosva juga memaparkan tiga hal penting dalam membangun ketahanan pangan, yaitu keamanan pangan, cadangan pangan, dan penganekaragaman pangan.
Keamanan pangan, katanya, mencakup kepastian bahwa makanan yang dikonsumsi higienis, halal dan memberikan manfaat bagi kesehatan. Sementara cadangan pangan diperlukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi berbagai ketidakpastian dan bencana.
“Hal ini dapat kita lihat dari kisah Nabi Yusuf AS dalam Al-Qur’an, bagaimana surplus pangan dikelola dan disimpan untuk menghadapi masa paceklik,” ujarnya.
Selain itu, penganekaragaman pangan dinilai penting agar masyarakat tidak bergantung pada satu jenis bahan pangan pokok. Pemanfaatan berbagai sumber karbohidrat, sayur dan buah menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga pola konsumsi yang sehat.
Rosva turut menyoroti sejumlah pelajaran dari kisah Nabi Yusuf AS, khususnya terkait perencanaan logistik dan lumbung pangan, teknologi penyimpanan pascapanen, serta efisiensi konsumsi.
Menurutnya, ketersediaan pangan pada masa surplus perlu dikelola secara baik sebagai persiapan menghadapi kemarau panjang, bencana maupun masa paceklik. Demikian pula dengan inovasi pascapanen agar bahan pangan dapat disimpan lebih lama dan terhindar dari kerusakan maupun serangan hama.
“Bentuk tawakal bukan berarti pasrah tanpa persiapan. Kita harus berikhtiar sebaik mungkin menghadapi risiko, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan cadangan pangan perlu dilakukan secara berjenjang, mulai dari rumah tangga, masyarakat, pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Semakin kuat cadangan pangan yang dimiliki, semakin besar pula kemampuan menghadapi potensi krisis pangan.
Dalam kesempatan itu, Rosva juga mengingatkan pentingnya menghindari kemubaziran pangan atau food waste. Mengutip QS. Al-A’raf ayat 31, ia mengajak ASN Pemkab Agam untuk membiasakan konsumsi makanan secara bijak dan tidak berlebihan.
“Di balik sepiring makanan terdapat proses panjang dan jerih payah petani. Karena itu, makanan harus kita hargai dan tidak disia-siakan,” katanya.
Melalui pengajian mingguan tersebut, diharapkan nilai-nilai Islam tidak hanya menjadi pedoman dalam kehidupan pribadi, tetapi juga dapat diinternalisasikan dalam pelaksanaan tugas dan penyusunan kebijakan pemerintahan, khususnya dalam tata kelola pangan daerah.
Dengan demikian, ketahanan pangan dapat terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Kabupaten Agam yang sejahtera, sehat dan berkecukupan.-
Penulis : Tori
Editor : Harmen




