Lubuk Basung, AMC – Buah atap atau yang lebih dikenal dengan Kolang Kaling menjadi bahan baku pembuat takjil paling laris di Lubuk Basung.
Bahkan, sejumlah pedagang di kawasan Lubuk Basung menambah stok barang yang acap menjadi campuran kolak tersebut.
Salah seorang pedagang di Pasar Lubuk Basung, Rosniati mengaku menambah stok buah atap di saat Ramadan.
Menurutnya, permintaan buah atap meningkat di saat Ramadan. Barang yang terbuat dari buah aren ini katanya, justru tidak laku saat hari biasa.
“Buah ini kan untuk campuran kolak, es campur atau pun makanan yang segar-segar, cocok untuk takjil,” ujarnya, Jumat (24/3).
Rosniati mengungkapkan, harga buah atap di awal Ramadan ini terbilang cukup tinggi. Namun, ia mengaku menjual sesuai harga permintaan pembeli.
“Kadang ada yang minta Rp10 ribu saya kasih, Rp15 ribu dikasih. Bahkan, Rp5 ribu pun dijual juga,” katanya.
Pedagang lainnya, Mansur juga menyampaikan hal yang senada. Ia mengaku menyediakan stok buah atap hingga 15 Kg.
“Biasanya kalau tidak meleset, 15 kilo ini habis dalam sehari,” ungkapnya.
Untuk ketersediaan stok, ia mengaku memasok dari pembuat buah atap dari Tanah Datar. Setidaknya ia membeli hingga 1 kwintal dalam sekali pemesanan.
“Banyak juga anak galeh yang membeli ke saya untuk dijual lagi,” kata dia.
Salah seorang pembeli, Yanti mengungkapkan ia membeli 1 Kg buah atap. Buah ini akan dipergunakannya untuk membuat kolak.
“Ini untuk sajian buka puasa. Dijual kembali dalam bentuk kolak,” ujarnya.
Penulis : Depit
Editor : Rezka/Harmen




