Gubernur Serahkan Paket Bantuan Mata Pencarian Alternatif di Nagari Tanjung Sani

  • Bagikan

Tanjung Raya, AMC – Gubernur Sumatera Barat, H Mahyeldi Ansharullah SP, Dt Marajo didampingi Bupati Agam, Dr H Andri Warman MM serahkan Paket Bantuan Mata Pencarian Alternatif di Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Senin (26/12).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Resi Suriati mengatakan bantuan yang akan diberikan berupa perahu, mesin long tail dan bantuan alat tangkap ikan.

“Adapun bantuan ini diberikan kepada 33 orang dari 8 kelompok nelayan yang bersedia untuk mengurangi Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Maninjau,” ujarnya.

Nama kegiatannya memang paket bantuan mata pencarian alternatif tambah Resi Suriati, dengan tujuan untuk mengurangi penambahan budidaya keramba jaring apung di Danau Maninjau.

“Jadi kami mencoba mengalihkan kegiatan budidaya kepada penangkapan yang juga merupakan kebiasaan masyarakat sehingga akan berkurangnya pembudidayan ikan dan musibah tubo belerang dapat dihindari,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Bupati Agam, Andri Warman, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat Kabupaten Agam khususnya terhadap para nelayan di selingkaran Danau Maninjau.

“Saya selaku Bupati Kabupaten Agam merasa bangga sudah ada beberapa alternatif kita lakukan dalam upaya mengurangi keramba di Danau Maninjau,” ujarnya.

Jumlah karamba di Danau Maninjau tambahnya, sudah melebihi kapasitas yang diberikan oleh Peraturan Daerah (Perda) nomor 05 tahun 2014 dengan jumlah 6000 unit karamba, namun sekarang informasi akhir adalah 23.000 unit. Dampak hal tersebut sudah merusak lingkungan di Danau serta menimbulkan musibah tubo belerang.

“Dengan adanya bantuan ini diharapkan masyarakat tidak lagi fokus berbudidaya keramba tapi lebih ke arah penangkapan ikan diluar karamba sehingga dapat mengembalikan keseimbangan ekosistem di Danau Maninjau,” katanya.

Selain itu, Bupati Agam mengajak masyarakat agar bersatu untuk menjaga dan memperindah Danau maninjau sehingga nantinya dapat menjadi objek tujuan wisata baik nasional maupun mancanegara.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menyebutkan tujuan pemerintah membantuan alat tangkap adalah untuk mengalihkan kegiatan masyarakat selingkar danau. Gunanya supaya agar danau lebih terpelihara dan lebih baik.

“Secara ilmiah telah dipelajari dan penyebabnya adalah karena tingginya zat kimia tertentu yang tersebar dalam danau,” ujar Mahyeldi.

Selain itu bukan cuma dalam perda tambah Gubernur Sumbar, tapi jumlah kapasitas karamba juga sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) no 60 tahun 2021 yakni maksimal KJA untuk danau adalah 6000 unit.

Mahyeldi berharap dengan bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Dan mudah-mudahan dengan bantuan ini jumlah karamba yang ada dapat disesuaikan dengan perda dan perpres sehingga keindahan serta kebaikan alam Danau Maninjau dapat terjaga dan bisa dinikmati oleh anak cucu nanti,” harapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kab. Agam, Rosva Deswira, Camat Tanjung Raya, Walinagari se Kecamatan Tanjung Raya, niniak mamak dan tokoh masyarakat.

Penulis :Tori
Editor :Rezka/Harmen

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *