Wisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Nagari Sikabu-Kabu Jadi Objek Kunker TP. PKK Agam

  • Bagikan

Lima Puluh Kota, AMC. – Pengembangan pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu potensi yang terus dikembangkan di Nagari Sikabu-kabu, Kecamatan Luhak, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Melalui semangat swadaya dan kebersamaan, masyarakat setempat berupaya menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi sekaligus membuka ruang tumbuh bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Konsep tersebut turut mendapat perhatian Ketua TP PKK Kabupaten Agam, Ny. Merry Yuliesday, saat melakukan kunjungan ke Nagari Sikabu-kabu, Rabu (07/10).

Kunjungan itu menjadi bagian dari praktik pembelajaran berbasis pariwisata, sekaligus melihat secara langsung bagaimana potensi wisata dapat dikembangkan dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Dalam kunjungan tersebut, Ny. Merry Yuliesday melihat bahwa geliat pariwisata yang tumbuh dari masyarakat memiliki nilai penting untuk terus dikembangkan.

Menurutnya, keberadaan destinasi wisata tidak hanya berkaitan dengan keindahan tempat, tetapi juga bagaimana kehadirannya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Pariwisata tidak hanya tentang destinasi, tetapi bagaimana masyarakat dapat mengambil peran dan mendapatkan manfaat dari keberadaan wisata tersebut. Ketika masyarakat bergerak bersama, tentu akan muncul peluang ekonomi baru, terutama bagi UMKM,” ujarnya.

Semangat tersebut terlihat dari pengembangan Nuansa Sikabu, yang tumbuh melalui ide dan swadaya masyarakat.

Sejak mulai dirintis pada akhir 2019, kawasan tersebut terus dikembangkan dengan melibatkan masyarakat yang memiliki kemauan untuk berkiprah di sektor pariwisata.

Gagasan yang dikembangkan mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjadi pengunjung, tetapi ikut terlibat sebagai pengelola, pelaku usaha, maupun penyedia berbagai kebutuhan wisatawan.

Pemberdayaan tersebut kemudian membuka peluang bagi berkembangnya UMKM masyarakat. Produk lokal, kuliner, jasa maupun berbagai kreativitas masyarakat dapat menjadi bagian dari aktivitas pariwisata, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas.

Pendekatan inilah yang menjadi bagian dari konsep “pariwisata berjaya bersama”, yakni membangun pariwisata secara gotong royong dengan mengedepankan potensi lokal dan kemampuan masyarakat.

Ny. Merry menilai, pola pengembangan seperti itu dapat menjadi inspirasi bahwa kemajuan pariwisata tidak selalu harus dimulai dari pembangunan berskala besar. Dengan ide, kemauan, kreativitas dan kebersamaan masyarakat, potensi yang ada dapat dikembangkan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat memiliki kemauan untuk bergerak dan mengembangkan potensi yang ada. Dengan begitu, pariwisata dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkarya sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga,” tambahnya.

Pengembangan wisata berbasis masyarakat juga diharapkan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Dengan menjaga alam, memberdayakan masyarakat dan memperkuat UMKM, sektor pariwisata diharapkan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Dari Nagari Sikabu-kabu, semangat tersebut menunjukkan bahwa pariwisata akan semakin bermakna ketika masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian penting dalam proses pengembangan dan menikmati manfaat dari kemajuan pariwisata.

Melalui semangat berjaya bersama, pariwisata diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan ekonomi masyarakat, memperkuat UMKM, membuka peluang usaha serta mendorong semakin banyak masyarakat untuk berkarya di sektor pariwisata.-
Penulis : Fikri
Editor : HARMEN

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *