Representasi Masyarakat, Pemandu Wisata Harus Kuasai 8 Kompetensi Dasar

  • Bagikan

Lubuk Basung, AMC – Pemandu wisata merupakan representasi dari masyarakat. Pasalnya, para pemandu wisata memainkan peran sebagai pengantar informasi kepada wisatawan.

Untuk itu, pemandu wisata perlu meningkatkan kapasitas sehingga mampu berkontribusi di sektor kepariwisataan.

Hal itu diungkap Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman, MM diwakili Sekretaris Daerah, Drs. Martias Wanto, MM saat membuka pelatihan pemandu wisata alam yang difasilitasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Agam, Selasa (13/7).

“Kegiatan memandu merupakan upaya memberikan pelayanan kepada wisatawan, memandu adalah sebuah keterampilan yang perlu diasah, karena itu akan merepresentasikan kepariwisataan serta masyarakat,” ujarnya.

Sebagai penyampai informasi kepariwisataan, setidaknya seorang pemandu wisata harus mengusai 8 (delapan) pengetahuan dasar. Sebab, pemandu wisata akan menjadi gambaran kondisi wisata dan masyarakat setempat.

Pertama, pemandu wisata harus memiliki pengetahuan tentang area wisata. Pemandu wisata yang berpengetahuan luas akan dapat membuat perjalanan wisatawan menjadi lebih berwawasan dan berkesan.

Kedua, seorang pemandu wisata harus mampu mengartikulasikan dan memproyeksikan informasi dengan jelas. Untuk itu pemandu wisata harus menguasai kemampuan komunikasi secara efektif.

“Pemandu wisata harus memiliki empati yang tinggi, karena wisatawan berasal dari berbagai lapisan masyarakat, kelompok umur, budaya, kebangsaan dan latar belakang yang berbeda, bahkan memiliki keterbatasan fisik,” terangnya.

Berkepribadian karismatik menjadi persyaratan selanjutnya yang harus dikuasai seorang pemandu wisata. Karisma pemandu merupakan nilai tambah, misalnya pemandu yang ramah serta lucu akan membuat perjalanan wisatawan menjadi lebih menyenangkan.

Seorang pemandu wisata juga dituntut mampu berimprovisasi dan beradaptasi dengan situasi, seperti kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.

Ditekankan bupati, pemandu wisata harus seseorang yang bersikap sabar serta membangun hubungan melalui komunikasi dan pendekatan yang baik.

Pemandu wisata juga dituntut cakap dan mengetahui sejarah daerah secara alami serta mampu menjelaskan pengetahuan dengan antusias, interaktif, dan menarik.

“Terakhir, pemandu wisata harus mampu mengikuti arus, fleksibel terhadap perkembangan situasi dan keinginan wisatawan,” ucapnya.

Menurut bupati, persyaratan tersebut harus dimiliki seorang pemandu dalam rangka menyokong kepariwisataan di Agam agar dapat berkembang di pasar domestik maupun mancanegara.

“Potensi Agam yang beragam dibidang kepariwisataan harus kita kemas dengan baik. Salah satunya melalui peningkatan kapasitas seorang pemandu sebagai representasi dunia pariwisata sekaligus masyarakat,” ujarnya. (Depit)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *