Sekda: Wisata Maju, Pengembangannya Harus Tetap dalam Konsep Dasar Wisata Halal

  • Bagikan

AMCnews.co.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto Dt Maruhun mengatakan, sejak tiga tahun terakhir pemerintah daerah fokus melakukan pembangunan dan pengembangan objek wisata yang ada di daerah itu.

“Meski demikian, bukan berarti sebelumnya pemerintah tidak membangun dan mengembangkan objek wisata, tapi belum terfokus. Karena sesuai tahapan, ada beberapa agenda pembangunan sarana prasarana yang harus dituntaskan segera, baik sarana pendidikan, keagamaan maupun pelayanan,” ujar Sekdakab Agam, Martias Wanto Dt Maruhun saat membuka pelatihan pemandu wisata alam, di Hotel Pusako Bukittinggi, Selasa (15/10).

Sekda menyebut, Bupati Agam mengintruksikan setelah sarana prasarana selesai, pemkab mulai bergerak dengan fokus membangun dan mengembangkan objek wisata.

Dikatakan, objek wisata di Kabupaten Agam sangat banyak. Rata-rata setiap nagari di 16 kecamatan memiliki wisata alam. Pengembangannya ada yang dilakukan sesuai tahapan dan prioritas melalui APBD.

Tidak hanya itu, juga dilakukan pembangunan dan pengembangan melalui tokoh masyarakat, investor atau perantau. Sehingga banyak objek wisata yang muncul seperti Tirtasari, Banto Royo dan lainnya. Wisata dikembangkan oleh masyarakat, dan pemerintah hadir untuk memberikan pendampingan.

“Salah satu pendampingan yang diberikan adalah pelatihan pemandu wisata alam. Mustahil rasanya apabila pengelolaan wisata tanpa dipandu oleh orang yang handal,” sebutnya.

Sekda menerangkan, pemandu adalah orang yang nantinya akan memberikan informasi kepada pengunjung tentang kearifan lokal objek wisata yang dipandu. Namun bagaimanapun majunya wisata, Sekda berharap pengembangannya tetap dalam konsep dasar wisata halal.

Sementara itu, Sekretaris Disparpora Agam, Agusnadi mengatakan, pelatihan pemandu wisata digelar mulai Selasa sampai Kamis (15-17/10), dengan tujuan untuk menciptakan pemandu wisata yang berkualitas. Serta mampu memberikan informasi kepariwisataan kepada pengunjung, supaya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Agam.

“Peserta pelatihan sebanyak 40 orang berasal dari pemandu wisata arung jeram, trekking, ekowisata, geowisata, susur goa dan paralayang,” jelasnya.

Disebutkan, hari kedua peserta akan melakukan trekking dari Malalak menuju Nagari Sungai Batang Kecamatan Tanjung Raya. Alternatif lain, peserta akan mengunjungi objek wisata Sajuta Janjang Nagari Pakan Sinayan Kecamatan Banuhampu. (AMC05)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *