Tanjung Raya Kembangkan Permainan Saisuak

  • Bagikan

AMCnews.co.id — Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, berkomitmen kembangkan permainan tempo dulu atau saisuak kepada anak-anak dalam rangka meningkatkan kebersamaan bagi generasi mendatang.

Camat Tanjung Raya, Handria Asmi menilai anak-anak saat ini sudah banyak lupa, bahkan tidak mengenali berbagai macam permainan tempo dulu, diantaranya permainan berkelompok seperti ular naga, cakbur, petak umpet dan lain sebagainya.

“Dengan demikian, wadah untuk bersilaturahmi dalam bermain bersama teman sebayanya mulai berkurang, karena dilihat saat ini anak usia 6 tahun sudah bisa main handphone, sehingga tidak peduli dengan sesama,” kata Handria Asmi kepada AMCnews.co.id, Kamis (23/8).

Disebutkan, pihaknya sudah sepakat dengan wali nagari dan masyarakat untuk menggelar open turnamen tempo dulu. Beberapa waktu lalu sudah digelar ditiga nagari sebagai pilot projeck yakni, Nagari Sungai Batang, Bayua dan Maninjau.

“Kegiatan ini mendapat dukungan luar biasa, tidak hanya bagi orang tua, tetapi dari seluruh masyarakat Tanjung Raya, disamping kegiatan seni dan budaya bagi anak nagari,” ujarnya.

Menurutnya, permainan saisuak banyak manfaatnya bagi anak-anak, dengan bermain bersama teman sebaya membuat silaturahmi dan jiwa kebersamaan pada diri mereka timbul kembali.

Camat berharap, dengan permainan saisuak yang sifatnya berkelompok ini, tidak ada lagi terjadi pertengkaran karena semuanya sudah saling berbaur, mudah-mudahan seluruh permainan saisuak yang mulai hilang ini dapat ditumbuhkan kembali.

“Kita sudah menjadualkan akan gelar open turnamen permainan anak-anak pada Oktober 2018, dengan tempat, cara dan metode yang berbeda, sehingga kegiatan ini semakin hari semakin sempurna dan dapat perbaiki pergaulan anak,” ujarnya pula.

Kegiatan ini sudah menjadi agenda, tidak hanya di Tanjung Raya, tetapi juga di nagari dan jorong untuk memunculkan kebiasaan anak bermain dengan seusianya.
(AMC05)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.