Baso, AMC – Lembaga Kerapan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) merupakan lembaga yang berperan sebagai penuntun, penyejuk dan pemersatu anak nagari.
Di pundak LKAAM terletak amanah besar untuk menjaga marwah Minangkabau, agar falsafah ABS-SBK benar-benar hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Demikian disampaikan Bupati Agam, Benni Warlis saat menghadiri pati ambalau pengurus LKAAM Kecamatan Baso periode 2025-2030, di aula Kantor Camat Baso, Sabtu (25/10).

Dikatakan, kehidupan saat ini penuh tantangan. Arus globalisasi, derasnya budaya luar serta persoalan sosial kian kompleks yang bisa menggerus nilai-nilai luhur.
“Di sinilah dibutuhkan peran LKAAM, sebagai pelindung adat dan budaya, penengah dalam persoalan anak kemenakan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, LKAAM juga menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyukseskan pembangunan.
Dengan begitu, dia berpesan kepada LKAAM Baso agar menjadi pemimpin yang arif dan bijaksana, mampu merangkul anak kemenakan tanpa membedakan.
“Jaga marwah adat dan jangan biarkan nilai-nilai luhur kita luntur,” pintanya.
Penulis : Andri
Editor : Reska/ Harmen




