Menu

PBM Tatap Muka di Agam Ditunda, Belajar Masih Melalui Daring dan Luring

  Dibaca : 3976 kali
PBM Tatap Muka di Agam Ditunda, Belajar Masih Melalui Daring dan Luring

Lubuk Basung, AMC – Pemerintah Kabupaten Agam menunda Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka tahun ajaran baru yang semula direncanakan 13 Juli 2020 mendatang.

Dengan begitu, PBM masih tetap menerapkan pembelajaran jarak jauh melalui Dalam Jaringan (Daring) atau tatap maya dan Luar Jaringan (Luring).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Isra di Lubuk Basung, Kamis (9/7) menyebutkan, berdasarkan analisis yang dilakukan Gugus Tugas Provinsi Sumbar dengan data-data yang ada, Kabupaten Agam dinyatakan masuk dalam zona kuning penyebaran Covid-19. Hal ini dikarenakan masih adanya kasus virus corona di daerah itu.

“Untuk itu, secara tertulis surat edaran penundaannya sedang disiapkan. Namun secara kesepakatan sudah disampaikan Bupati Agam kepada Gubernur Sumatera Barat,” ujarnya.

Ia mengatakan, ini berlaku untuk sekolah PAUD, SD dan SMP termasuk MTs. Sedangkan untuk penerapan pembelajaran jarak jauh ini katanya, sesuai situasi dan kondisi disiapkan 2 skenario.

Skenario pertama bagi daerah memiliki jaringan internet yang memadai dan siswa serta orang tua murid memiliki android, maka bisa melakukan pembelajaran jarak jauh melalui daring atau tatap maya.

“Hal ini menggunakan berbagai aplikasi diantaranya aplikasi rumah belajar, guru online dan aplikasi belajar online lainnya,” kata Isra.

Skenario kedua, bagi wilayahnya yang ada ataupun tidak memiliki jaringan, namun siswa dan orang tua murid tidak mempunyai android atau bisa jadi guru kurang terampil, belajar jarak jauh dapat melalui luring. Ini ada dalam bentuk pemberian tugas kepada anak, melalui dokumen portofolio kumpulan karya anak dan bisa juga menyaksikan pembelajaran di siaran TVRI.

“Bagi yang menggunakan metode ini, anak didik diberikan izin datang ke sekolah mengantarkan tugas dengan menerapkan protokol kesehatan. Bisa jadi nanti akan dibagi jadwalnya supaya tidak terjadi penumpukan di sekolah,” sebut Isra.

Menurutnya, apabila semua pasien Covid-19 sembuh, 1 bulan setelah itu dilakukan evaluasi. Setelah 1 bulan sembuh dan tidak ada kasus baru, paling lambat September 2020 sudah bisa dilaksanakan PBM tatap muka.

“Untuk itu, kita himbau masyarakat, orang tua murid dan tokoh masyarakat serta anak didik, agar selalu mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan, supaya tidak ada kasus baru Covid-19. Kalau kita lalai dan terjadi kasus baru, maka semakin panjang waktu belajar dari rumah, tentu ini akan menyulitkan anak dan mempengaruhi dunia pendidikan,” jelasnya. (t_m)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Post Kategori

Arsip

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional