Masjid Megah Tak Cukup, Bupati Agam Ajak Kembalikan Surau sebagai Pusat Peradaban Umat

  • Bagikan

Ampek Angkek, AMC – Di tengah menjamurnya masjid dengan bangunan megah dan fasilitas modern, Bupati Agam, Benni Warlis mengingatkan kemegahan fisik tidak akan berarti apabila rumah ibadah sepi dari jamaah dan kehilangan perannya sebagai pusat pembinaan umat. 

Melalui gerakan Bangkik dari Surau, ia mengajak seluruh pengurus masjid menghidupkan kembali fungsi surau sebagai pusat pendidikan karakter, pembinaan generasi muda hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Benni Warlis saat membuka pelatihan manajemen masjid, di Surau Ka’bah Nyiak Tuah Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Senin (3/8).

Dengan begitu, pelatihan yang digagas Ustaz Safruddin dan Ustaz Dr Wahyudi menurutnya bentuk jihad sosial untuk membangkitkan kembali kehidupan masjid tanpa bergantung pada anggaran pemerintah.

“Ini adalah gerakan yang lahir dari kepedulian. Semangat seperti inilah yang dibutuhkan untuk mengembalikan kejayaan masjid dan surau sebagai pusat peradaban umat,” ujarnya.

Bupati menyoroti fenomena yang kini banyak terjadi, yakni masjid berdiri megah dengan fasilitas lengkap seperti karpet berkualitas dan pendingin ruangan, tetapi hanya sedikit jamaah yang hadir untuk salat berjamaah, terutama dari kalangan generasi muda.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan besar yang harus dijawab bersama oleh para pengurus masjid.

Menurutnya, Gerakan Bangkit dari Surau bukan berarti mengembalikan bentuk bangunan surau tradisional, melainkan menghidupkan kembali nilai dan fungsi surau dengan pendekatan yang sesuai perkembangan zaman.

“Kalau dulu surau menjadi tempat belajar mengaji, membentuk akhlak dan mempersiapkan generasi sebelum merantau, maka sekarang kita harus menghadirkan masjid yang nyaman, ramah anak, bahkan dilengkapi fasilitas seperti Wifi agar anak-anak dan remaja betah datang ke masjid,” katanya.

Ia berharap masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah salat lima waktu, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pembinaan karakter, pengembangan sumber daya manusia, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bupati juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik seperti jalan dan jembatan, tetapi harus dibarengi pembangunan mental dan spiritual masyarakat.

Menurutnya, integritas, kejujuran dan rasa takut kepada Allah menjadi benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan wewenang serta kerusakan moral.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah, Benni Warlis menyebutkan pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam kini juga dilaksanakan di masjid.

“Pengambilan sumpah di rumah Allah diharapkan menumbuhkan tanggung jawab moral yang lebih kuat, sehingga para pejabat mampu menjalankan amanah dengan penuh integritas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Syafrudin menjelaskan, pelatihan manajemen masjid merupakan bagian dari gerakan Bangkik dari Surau, yang sebelumnya sudah digelar di Kecamatan Kamang Magek dan Baso.

Ia mengatakan, pelatihan ini memiliki tiga tujuan utama, yakni meningkatkan kemampuan pengurus dalam mengelola masjid secara profesional, menyamakan persepsi bahwa tugas pengurus bukan hanya membangun fisik masjid tetapi juga membangun peradaban Islam.

“Kemudian membangkitkan kembali semangat perjuangan dan dakwah di tengah masyarakat,” terangnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkannya setiap masjid dan musala di Kabupaten Agam mampu menjadi pusat aktivitas masyarakat, yang melahirkan generasi beriman, berkarakter, sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi umat berbasis masjid.
Penulis : Andri
Editor : Reska/Harmen

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *