Bupati Agam Dorong Percepatan Penetapan Trase Tol, Minta Data Akurat Sebelum Keputusan Diambil

  • Bagikan

Lubuk Basung, AMC .– Pemerintah Kabupaten Agam terus mengawal percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Sicincin–Bukittinggi dengan memastikan setiap tahapan perencanaan dilakukan secara cermat dan berbasis data yang akurat.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Agam, PT Hutama Karya, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Bupati Agam, Senin (13/7).

Rapat dipimpin Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Agam mengikuti rapat dari Jakarta, sementara jajaran Pemerintah Kabupaten Agam yang hadir di antaranya Asisten II Sekretariat Daerah, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim).

Pertemuan tersebut membahas perkembangan perencanaan pembangunan jalan tol, termasuk pembahasan sejumlah alternatif trase, koordinasi lintas instansi, serta langkah-langkah teknis yang harus dipersiapkan sebelum penetapan jalur definitif.

Dalam arahannya, Bupati Benni Warlis menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Agam mendukung penuh pembangunan infrastruktur strategis nasional. Namun, menurutnya, setiap keputusan harus didasarkan pada data yang valid agar pembangunan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait segera melakukan survei dan verifikasi lapangan untuk memperoleh data administratif maupun kondisi riil di lokasi yang akan dilalui jalan tol.

“Data harus benar-benar akurat, baik secara administratif maupun kondisi di lapangan. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan akibat kesalahan data. Kita ingin pembangunan ini memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kemajuan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati.

Dalam rapat tersebut, PT Hutama Karya memaparkan empat alternatif trase yang tengah dikaji. Masing- masing jalur memiliki karakteristik serta tingkat risiko yang berbeda, baik terhadap kawasan permukiman, lahan pertanian, maupun kondisi geografis yang akan dilalui.

Menanggapi paparan tersebut, Kepala Dinas Perkim Kabupaten Agam, Rinaldi, menyampaikan bahwa trase alternatif 3 dan 4 dinilai memiliki potensi dampak sosial yang lebih kecil karena relatif meminimalkan pembebasan lahan. Meski demikian, kedua alternatif tersebut tetap memerlukan kajian teknis lebih mendalam, terutama terkait kondisi medan, kawasan rawan bencana, serta struktur tanah yang akan menjadi dasar penilaian Kementerian Pekerjaan Umum.

Sebagai tindak lanjut, trase 3 dan 4 disepakati menjadi prioritas untuk dilakukan peninjauan lapangan secara bersama antara Pemerintah Kabupaten Agam dan PT Hutama Karya pada Rabu, 15 Juli 2026. Peninjauan tersebut bertujuan memverifikasi kondisi lapangan, mengidentifikasi kebutuhan pembebasan lahan, sekaligus menentukan lokasi yang paling tepat untuk pembangunan gerbang (exit) tol di wilayah Kabupaten Agam.

Pemerintah Kabupaten Agam berharap koordinasi yang terus terjalin dengan PT Hutama Karya dan Kementerian Pekerjaan Umum dapat mempercepat penetapan trase terbaik, sehingga pembangunan jalan tol dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak positif terhadap konektivitas, investasi, serta pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Agam.-
Penulis : Tori
Editor : Harmen

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *