Komit Perkuat Ranah dan Rantau, Dr Andri Warman Sharing Pengalaman Merantau di Mubes IKSM

  • Bagikan

Jakarta, AMC – Bupati Agam, Dr H Andri Warman, MM terus berkomitmen memperkuat hubungan ranah dan rantau. Berbekal pengalaman merantau selama 36 tahun, putra daerah Agam ini berhasil menginisiasi lahirnya BAKOR Perantau Agam di Jakarta serta menstimulus organiasi perantau lainnya untuk terus tumbuh dan menaruh perhatian bagi pembangunan kampung halaman.

Kekinian, Ketua DPD Partai PAN Agam yang juga pernah menjadi legislator DPRD Provinsi Sumatera Barat itu berbagi pengalaman merantau guna upgrading SDM para perantau yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Srikandi Manggopoh (IKSM).

Sharing pengalaman sekaligus syiar komitmen dalam memperkuat ranah dan rantau ini disampaikan Bupati Agam, saat menghadiri Musyawarah Besar IKMS III, di Trisakti pada Minggu (1/10) kemarin.

Diketahui, STMT Trisakti tempat berlangsungnya Mubes IKMS III merupakan lembaga yang telah dinaungi Dr Andri Warman selama 36 tahun terakhir, sebagai seorang dosen.

Pada momen tersebut, Dr Andri Warman mengungkapkan bekal pengalaman merantaunya selama puluhan tahun itu telah menggerakkan niatnya untuk melakukan perubahan untuk kampung halaman.

“Setibanya di kampung halaman saya diamanahkan oleh Ketum PAN, Zulkifli Hasan untuk mengemban tugas sebagai Ketua DPD Partai PAN Agam,” sebutnya..

Tidak lama berselang sebutnya lagi, masyarakat mempercayai Dr Andri Warman untuk menjadi legislator DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Partai PAN.

“Setahun menjabat sebagai anggota DPRD provinsi, masyarakat kembali mempercayai saya untuk menahkodai pembangunan di Kabupaten Agam untuk lima tahun kedepan,” ungkap bupati.

Setelah menjabat sebagai bupati lanjutnya, pembangunan SDM masyarakat menjadi salah satu program unggulannya. Tidak hanya itu, memperkuat hubungan ranah dan rantau juga menjadi salah satu komitmennya selama menjabat sebagai kepala daerah.

Beberapa waktu lalu katanya lagi, telah dilantik pengurus BAKOR Agam di Jakarta yang bertujuan sebagai salah satu wadah komunikasi bagi perantau dan masyarakat di kampung halaman.

Dikatakan, IKMS sebagai salah satu organisasi perantau menjadi bagian yang tak terpisahkan dari BAKOR Agam ini. Pasalnya, perantau merupakan elemen penting yang dapat memberi kemajuan bagi kampung halaman.

“Ranah dan rantau merupakan elemen yang tak terpisahkan dari kemajuan nagari ataupun kabupaten, barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang,” ujar bupati yang akrab disapa Pak AWR dalam sambutannya.

Ditambahkannya, rantau merupakan episentrum dalam membangun nagari, maka diperlukan sinergitas antara rantau dan kampung. Terutama untuk menumbuhkan rasa bagi warga perantauan untuk mencintai kampung halaman dan leluhurnya.

Pak AWR memiliki keterkaitan moral dan emosional yang sangat dekat dengan masyarakat Manggopoh. Sebagai contoh, salah satu anak asuh beliau berasal dari Manggopoh, Masyitah namanya. Pak AWR menyebutkan Masyitah merupakan anak asuh kebanggaan beliau.

Tidak cuma Masyitah anak asuh Pak AWR yang berasal dari Manggopoh, pada pelaksanaan upacara di halaman kantor Bupati tanggal 23 Mei yang lalu, Pak AWR kembali mengangkat seorang putri Nagari Manggopoh sebagai anak asuhnya, Aidhea Roza Fifinia namanya.

Pak AWR juga menyebutkan bahwa selama ini warga Manggopoh baik yang di kampung maupun di rantau sangat mendukung program unggulan Bupati Agam seperti adanya kampung inggris dan rumah tahfidz. Bahkan Nagari Manggopoh merupakan satu dari enam Kampung Inggris yang ada di Agam.

Sedangkan di sisi ekonomi, Pak AWR menyebutkan Manggopoh memiliki potensi ekonomi yang besar khususnya dibidang pariwisata dan UMKM berpotensi menjadi sektor andalan pemacu ekonomi masyarakat.

Kepada seluruh peserta Mubes IKSM III, Pak AWR berharap untuk tetap menjaga silaturahmi dan kekompakan serta saling bahu membahu dalam membangun Agam yang lebih maju terutama memajukan Nagari Manggopoh.

Banyak tokoh masyarakat yang hadir di tempat tersebut diantaranya, H Erista Mulyadi (Pembina IKSM), Mukti Ali (Ketua Umum IKSM), Eli Sari (Ketua Bundo Kanduang), Ridwan (Ketua Mubes), Prof Dr H Besral Mardas (Tokoh cendikiawan Manggopoh), Joni Putra (Anggota DPRD Agam), Drs H Edi Busti (Sekdakab Agam), Yoswandi Lelo (Pengurus Bakor Agam dan RKKL), dan banyak tokoh lainnya.

(Redaksi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *