Lubuk Basung, AMC – Satuan Karya Pramuka (Saka) Adhyasta Pemilu diharapkan dapat menjadi pelopor pengawasan pemilu partisipatif di Kabupaten Agam.
Saka Adhyasta Pemilu juga dioptimalkan sebagai sekolah demokrasi bagi anggota Pramuka di bidang pengawasan Pemilu.
Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Agam, Elvys saat Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Saka Adhyasta Pemilu di Hotel Sakura Syariah, Rabu (16/11).
Menurut Elvys, partisipasi pemilih dalam pemilu terus merosot dari tahun ke tahun. Pada Pemilu 2019 lalu partisipasi hanya berada di angka 81 persen. Bahkan, di Agam hanya 71,5 persen.
“Ini menjadi alasan Bawaslu untuk melakukan sejumlah program sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif, seperti Saka Adhyasta ini. Kami harap ini menjadi pelopor dalam pengawasan pemilu di masyarakat,” ujar Elvys.

Akademisi Universitas Andalas, Malse Yulivestra saat menjadi narasumber sosialisasi mengatakan, anggota pramuka merupakan partner Bawaslu yang sangat tepat.
Menurutnya, semangat dan nilai yang memang telah melekat di Pramuka itu akan sangat membantu jalannya pengawasan Pemilu.
“Poinnya tinggal bagaimana menemukan bentuk partisipasi yang dapat diberikan oleh pramuka dalam pemilu,” katanya.
Bagi Malse, sistem demokrasi menjamin seluruh masyarakat dapat berkontribusi dalam Pemilu. Porsi kontribusi itu sendiri katanya, disesuaikan untuk tiap kelompok masyarakat.
“Itulah mengapa penting untuk mengenali peran masing-masing,” katanya.
Anggota Bawaslu Agam, Okta Muhlia menambahkan, sosialisasi yang digagas Bawaslu tersebut bertujuan agar anggota pramuka tidak hanya menjadi objek pemilu, melainkan sebagai subjek yang dapat menentukan nasib mereka sendiri lima tahun ke depan.
Selain itu, pihaknya menginginkan masyarakat dapat menyadari perannya sebagai pemilih yang tidak hanya berlaku saat di TPS, melainkan mulai dari awal hingga akhir tahapan pemilu.
“Kemudian kenapa pramuka yang dipilih dalam kegiatan ini, karena pramuka dikenal memiliki beberapa karakter seperti percaya diri, kreatif dan mudah bergaul yang sangat cocok dengan semangat pengawasan pemilu partisipatif,” terangnya.
Diketahui, sosialisasi ini diikuti sebanyak 60 peserta yang berasal dari pengurus Kwarcab, pengurus Kwaran dan anggota pramuka se-Kabupaten Agam. (Tim)




