Ribuan Jemaah Padati Lapangan Limo Balai, Bupati Agam Bertindak Sebagai Khatib Idul Adha

  • Bagikan

Limo Balai, IV Angkek – Suasana khusyuk dan semarak menyelimuti Lapangan Limo Balai, Nagari Biaro Gadang, Kecamatan IV Angkek, Kabupaten Agam, pada Solat Idul Adha 1447 Hijriah. Ribuan jemaah dari lima jorong di kenagarian tersebut memadati lokasi sejak pagi hari untuk menunaikan salat Id berjamaah.

Kehadiran Bupati Agam, Benni Warlis, Dt. Tan Batuah, yang langsung bertindak sebagai khatib, menjadi momen istimewa dalam perhelatan ibadah tahun ini. Jemaah yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian salat dan mendengarkan khutbah Idul Adha yang disampaikan dengan penuh penghayatan.

Dalam khutbahnya, Bupati Agam menyampaikan pesan tentang esensi pengorbanan dan ketakwaan yang merupakan inti dari perayaan Idul Adha. Beliau mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani nilai-nilai keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS serta Siti Hajar dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi momentum untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan,” pesan Bupati di hadapan ribuan jemaah.

Pesan yang sangat mendalam dan relevan juga disampaikan oleh Benni Warlis dalam kesempatan tersebut yang merupakan inti dari spirit Idul Adha yang sesungguhnya.

Pertama, Komitmen Menempatkan Cinta Tertinggi kepada Allah sebagai fondasi tauhid. Seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim yang rela meninggalkan anak dan istrinya di padang tandus atas perintah Allah, cinta kepada Allah harus mengalahkan cinta kepada apa pun juga. Ini bukan berarti kita meninggalkan dunia, tetapi menempatkan Allah sebagai prioritas utama yang mengarahkan segala cinta lainnya.

Kedua, Cinta kepada Anak, Keluarga, Harta, Profesi, Jabatan, Bangsa, dan Negara sebagai sarana mencintai Allah, sebagai bentuk bahwa dunia adalah ladang akhirat. Kita tidak dilarang mencintai hal-hal duniawi, tetapi kita harus menjadikannya sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Misalnya, nafkah untuk keluarga adalah ibadah, bekerja dengan jujur adalah ibadah, dan mengabdi kepada bangsa adalah bagian dari amanah, urai Benni Warlis.

Ketiga adalah Membuktikan Cinta kepada Allah dengan peduli terhadap sesama, Lingkungan, dan semua ciptaan Allah. Ibadah sosial (habluminannas) ini adalah bukti nyata dari keimanan. Berkurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga membagi kebahagiaan dengan fakir miskin. Peduli lingkungan adalah bentuk syukur atas nikmat alam. Semua ini adalah wujud kasih sayang yang merupakan sifat Allah yang harus kita teladani.


Terakhir yang keempat adalah Meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah serta amal shaleh untuk meraih cinta Allah SWT yang diukur dengan menambah frekuensi ibadah wajib dan sunnah, seperti shalat sunnah, puasa sunnah, sedekah, dzikir, dan membaca Al-Qur’an.

Intinya, cinta Allah diraih dengan memperbanyak amal ikhlas, meningkatkan kualitas spiritual, dan istiqamah dalam ketaatan.

Di akhir khutbahnya Benni Warlis mengajak masyarakat Kabupaten Agam mendoakan seluruh jamaah haji Kabupaten Agam meraih predikat haji mabrur dan pulang kembali ke tengah keluarga di akhir musim haji nanti. Pada kesempatan ini Bupati juga mengungkapkan rasa bangga dan harunya atas jumlah hewan qurban di Kabupaten Agam tahun ini tercatat 5.858 ekor huwan qurban yang terdiri dari sapi, kerbau dan kambing.

“Ini juga merupakan bukti bahwa masyarakat Agam disamping memiliki kekuatan ekonomi juga kekuatan iman dengan banyaknya hewan qurban meskipun baru saja kita dilanda musibah bencana alam hidrometeorologi yang hampir merata di 16 Kecamatan di Kabupaten Agam”.

Semoga momentum Idul Adha ini benar-benar menjadi titik balik untuk meningkatkan kualitas iman dan amal kita.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *