Tanjung Mutiara, AMC. – Ramadan 1447 Hijriah terasa berbeda bagi masyarakat Kabupaten Agam.
Setelah beberapa bulan lalu dilanda bencana alam, suasana ibadah tahun ini masih diselimuti rasa haru dan perjuangan untuk bangkit.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal saat memimpin Safari Ramadan ke Masjid Istiqamah Translok Ujuang Labuang Timur, Nagari Tiku Limo Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Selasa (24/2).
“Ramadan kali ini berbeda dibanding tahun lalu. Beberapa bulan lalu daerah kita dilanda bencana. Sejumlah kecamatan terdampak, salah satunya Tanjung Mutiara,” ujar M Iqbal di hadapan jamaah.
Dijelaskan, dampak bencana menyebabkan banyak fasilitas masyarakat rusak, mulai dari rumah, masjid, sekolah, lahan pertanian, hingga infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian warga.
Seperti di Jorong Subang- Subang Nagari Tiku Limo Jorong, akses jalan hingga kini masih terputus, membuat wilayah tersebut terisolasi.
Kondisi serupa juga terjadi disejumlah kecamatan lain di Agam, di mana jalan dan jembatan banyak yang rusak bahkan putus.
Pemerintah Kabupaten Agam lanjutnya, telah melakukan pendataan terhadap seluruh kerusakan dan mengusulkan proposal perbaikan ke pemerintah provinsi maupun pusat.

“Kita berharap anggarannya bisa segera turun, agar kerusakan yang terjadi bisa segera ditangani. Mudah- mudahan kondisi sulit ini bisa segera berakhir dan masyarakat kembali beraktivitas normal,” harapnya.
Di tengah tantangan itu, Wabup juga mengapresiasi peran MDTA di Ujuang Labuang Timur yang dinilai cukup aktif dalam membina generasi muda.
“Dengan pendidikan agama yang kuat, kita bisa membentengi generasi dari perbuatan menyimpang, termasuk penyalahgunaan narkoba. Ini investasi jangka panjang untuk masa depan daerah kita,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Tim Safari Ramadan Kabupaten Agam menyalurkan bantuan untuk Masjid Istiqamah senilai Rp20 juta, lima dus kain sarung serta paket alat kebersihan dari Baznas Agam.
Kepedulian juga datang dari Pemerintah Nagari Tiku Limo Jorong yang menyalurkan bantuan sebesar Rp2,5 juta.
Bahkan, wali nagari setempat berkomitmen membantu dua unit AC dan dua unit kipas angin guna menambah kenyamanan jamaah dalam beribadah.
Penulis : Andri
Editor : Reska/Harmen




