Tinjau Dampak Bencana di Tanjung Raya, Wabup Agam Tampung Aspirasi dan Tenangkan Masyarakat

  • Bagikan

Tanjung Raya, AMC .- Wakil Bupati Agam, H. Muhammad Iqbal, SE, M.Com, bersama Unsur Pengarah I BNPB, Brigjen Pol (Purn) Ir. Ary Laksmana Widjaja, SH, MSi, meninjau sejumlah titik bencana di Kecamatan Tanjung Raya, Senin ,(1/12).

Kunjungan dimulai di posko pengungsian Jorong Kubu di Masjid Raya Kubu, Nagari Sungai Batang.

Kehadiran rombongan disambut Walinagari Sungai Batang, Ahsin, yang melaporkan kondisi terkini dampak bencana di wilayahnya.

Ia menyebut terdapat tiga jorong yang terdampak, yaitu Labuang, Kubu, dan Nagari, dengan dua di antaranya mengalami kerusakan paling parah.

“Jorong Labuang dan Kubu mengalami dampak terberat. Di Labuang, terdapat sekitar 1.200 KK yang diapit dua batang sungai. Biasanya sungai kering, tetapi karena hujan berturut-turut terjadi galodo dan banjir bandang yang menghabiskan lebih dari 70 rumah,” ungkap Ahsin.

Selain rumah hilang tersapu air sambungnya, kerusakan ringan hingga berat juga banyak ditemukan. Berdasarkan pendataan sementara, empat warga dinyatakan meninggal dunia, setelah sebelumnya dua orang hilang telah ditemukan. Sementara itu, satu warga masih dinyatakan hilang.

Situasi di lapangan memperlihatkan sebagian besar masyarakat mengungsi, sementara beberapa lainnya sempat terjebak karena akses jalan terputus,namun rombongan berhasil menembus lokasi yang sebelumnya terisolir.

Ahsin juga menambahkan bahwa Jorong Kubu tidak mencatat korban jiwa, namun warga mengalami trauma akibat bencana.

Sementara itu di Jorong Nagari, sekitar 30 persen lahan sawah rusak, bahkan di Jorong Kubu kerusakan mencapai 100 persen.

Akses utama menuju Museum Buya Hamka dilaporkan putus total. Begitu juga jembatan yang menghubungkan Kemoyo – Batang Ranggeh jalur vital keluar masuk Tanjung Raya. Untuk kebutuhan dasar, pasokan makanan masih mencukupi.

Namun, di Jorong Labuang belum tersentuh bantuan, dan beberapa lokasi pengungsian membutuhkan penerangan serta perbaikan akses jalan lingkungan.

Unsur Pengarah I BNPB, Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja, menegaskan bahwa penanganan harus dimulai dari upaya penyelamatan dan percepatan respons tanggap darurat.

“Kita harus memperkecil korban, memastikan evakuasi berjalan, membentuk shelter, dan memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat. Untuk itu kami sangat membutuhkan data lengkap agar bantuan tepat sasaran,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa bantuan bisa segera dikirim melalui helikopter apabila laporan kebutuhan dari lapangan sudah terkoordinasi dengan baik.

“Saat ini BNPB memprioritaskan pembukaan akses jalan dan jaringan komunikasi. Sebanyak 20 alat berat sudah dikerahkan, dan akan ditambah sesuai kebutuhan, termasuk permintaan tambahan ekskavator untuk wilayah Tanjung Raya,”ungkapnya.

Menanggapi laporan dan keluhan warga, Wakil Bupati Agam, H Muhammad Iqbal SE M Com memastikan pemerintah akan bergerak cepat memenuhi kebutuhan mendesak.

“Kami akan prioritaskan akses makanan dan obat- obatan, terutama ke lokasi yang masih terisolir. Kita semua sedang berduka dan lelah, tapi kita akan berusaha sekuat tenaga untuk menolong masyarakat,” ujarnya.

Wabup juga menegaskan bahwa pencegahan lebih penting daripada menunggu kerusakan semakin parah, sehingga langkah-langkah mitigasi harus segera dijalankan, termasuk pembahasan lokasi hunian sementara dan rencana relokasi ke daerah yang lebih aman.

Disisi lain, Dandim 0304 Agam, Letkol Inf Dwi Santoso, yang turut mendampingi, menyampaikan, pendataan lapangan menjadi langkah awal sebelum pengiriman bantuan skala besar.

“Prioritas kita adalah memastikan kondisi terparah dan wilayah yang terisolasi. Dengan data akurat, koordinasi akan lebih lancar dan dukungan bantuan dapat lebih tepat sasaran,” katanya.-
Penulis : Tori
Editor : Harmen

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *