Bupati Agam Hadiri Mukerda MUI

  • Bagikan

Matur, AMC – Bupati Agam Dr. H. Andri Warman, MM, menghadiri sosialisasi keputusan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) dan Ijtima Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar di Aula Kantor Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Minggu (24/4).

Kegiatan yang diikuti oleh Camat Matur, Edo Aipa Pratama, juga dihadiri Ketua Umum MUI Kabupaten Agam Dr. M. Taufik, M.Ag., serta kepala cabang MUI Se Kabupaten Agam, dan Narasumber, Drs. Zulkarnain, M. Ag.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum MUI Kabupaten Agam Dr. M. Taufik, M.Ag menyampaikan, kegiatan bertujuan untuk mensosialisasikan enam poin hasil Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa MUI Sumbar.

Secara singkat dijelaskan, keenam keputusan tersebut yakni, pertama, perubahan tentang perubahan jadwal salat subuh agar menunda adzan subuh selama 8 menit dari permulaan waktu yang biasanya.

Lalu, kedua hasil ijtima’ ulama tentang standar muzakki, MUI Sumbar merekomendasikan agar seluruh Baznas di Sumbar konsisten berpedoman kepada aturan syariat dan perundang-undangan yang berlaku.

Ketiga, hasil ijtima’ ulama tentang konsep amil. Keempat, hasil ijtima’ ulama tentang mengganti bangunan rumah ibadah yang masih layak dan lainnya.

“Kelima, hasil ijtima’ Komisi Fatma MUI Sumbar juga membahas tentang Pasal 5 Ayat 1 Poin (d) PP. Nomor 42 Tahun 2016 Tentang Pemberhentian Nazhir, serta keenam, ijtima’ MUI Sumbar membahas tentang penghapusan aliran Bab Kesucian di Kabupaten Tanah Datar”, Lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Agam Dr. H. Andri Warman menyebutkan, khusus di Kabupaten Agam telah dilakukan MoU dengan MUI dan Kemenag terkait “Membangun Agam Yang Madani”.

“Kita mengapresiasi dan menyambut baik dilaksanakan Mukerda di Kecamatan Matur ini,” tukuk bupati.

Selain itu, Bupati Agam juga mengajak Ketua MUI di seluruh Kecamatan agar dapat menggalakkan rumah-rumah tahfidz di Kabupaten Agam.

“Dengan banyaknya rumah-rumah tahfidz di Kabupaten Agam, mudah-mudahan generasi pemuda dan pemudi kita kedepannya akan menjadi tokoh-tokoh agama yang akan membantu mengharumkan nama Kabupaten Agam”, Jelasnya.

Disamping itu, Andri Warman mengatakan, dalam membangun suatu daerah yang maju tentu dimulai dari agama terlebih dahulu, karena hal tersebut tercantum dalam pepatah Minang, “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. (Tori)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *