Cerita Elum Nur Risman, Perawat Asal Agam Finalis MTQ Internasional

  • Bagikan

Tilatang Kamang, AMC – Elum Nur Risman (26), kafilah asal Kabupaten Agam terpilih sebagai salah satu finalis pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang digelar secara virtual oleh Minhaj Welfare Foundation (MWF).

MTQ taraf internasional yang digelar oleh perkumpulan muslim terbesar di Inggris itu berlangsung sepanjang bulan Ramadan. Babak final bakal berlangsung pada 29 ramadan atau 9 Mei 2021.

Elum begitu ia akrab disapa, menuturkan dirinya bakal bersaing dengan finalis asal Jerman, Maroko, Paskitan, dan negara lainnya. Disebutkan dirinya satu-satunya peserta perempuan asal Indonesia.

“Perwakilan Indonesia di babak final ada 3 orang, 2 cowok 1 cewek, Elum satu-satunya perempuan,” ujarnya saat dihubungi AMC, Kamis (29/4).

Diceritakan Elum, awal mula ia berkecimpung di ajang internasional itu tidak terlepas dari sosok senior ketika di madrasah, Devi Virhana. Dari Devilah informasi MTQ internasional itu ia ketahui pertama kali.

“Kak Devi bekerja di Kementerian Pendidikan, jadi beliau yang menginformasikan. Elum disarankan untuk ikut, dan Bismillah Elum ikut,” kenangnya.

Setelah menyiapkan keperluan administrasi lomba, tukas Elum, dirinya baru membuat video secara sederhana di rumah. Video itu lalu dikirim melalui Whatsapp panitia.

“Video Elum kirim tanggal 3 ramadan, tanggal 15 ramadahan kemarin baru keluar hasil kalau Elum lolos ke final,” ucapnya Kafilah Agam yang kerap menjuara MTQ tingkat provinsi itu.

Pada mulanya, saat pengumuman Elum sempat pasrah dengan hasil yang akan diumumkan juri. Bahkan dirinya pun, mengetahui lolos ke final melalui Devi.

“Jadi kan Elum kerja jadi perawat bang, kadang saat bekerja tidak boleh bawa ponsel, kadang juga shift kerjanya malam,” katanya.

Disebutkan Elum, babak final MTQ taraf internasional itu bakal berlangsung pada tanggal 29 ramadan. Dirinya akan tampil secara live di Rumah Dinas Bupati Agam di Belakang Balok.

“Alhamdulillah bapak bupati sangat mendukung, jadi Elum akan tampil live di rumah dinas beliau,” ungkap Elum.

Ditambahkan, dirinya mengaku tidak ada persiapan lebih selain menjaga kondisi fisik dan kesehatan. Dirinya juga memohon dukungan doa dari masyarakat Agam dan Indonesia pada umumnya.

“Pada saat penjurian kemarin, saran juri kurangi gelombang-gelombang suara, itu saja, dan istirahat yang cukup,” ujarnya. (Depit)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *