Ekonomi Agam Tumbuh 4,91 Persen, Lampaui Target RKPD 2026

  • Bagikan

PADANG, AMC. – Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M., Dt. Tan Batuah, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pemantapan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi se-Sumatera Barat bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya, di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Padang, Senin (2/11/2026).

Rakor tersebut juga dihadiri Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, serta kepala daerah dan pemangku kepentingan dari 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat.

Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.

Dalam arahannya, Wamendagri Bima Arya menekankan pentingnya mengoptimalkan empat penggerak utama ekonomi, yakni konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, dan ekspor.

Ia juga mendorong pemerintah daerah mengembangkan potensi unggulan melalui peningkatan produktivitas, hilirisasi, perluasan pasar, serta penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyampaikan bahwa perekonomian Sumbar menunjukkan perkembangan positif. Pada Triwulan II 2026, ekonomi Sumatera Barat tumbuh 4,54 persen, dengan pertumbuhan kumulatif Semester I mencapai 4,77 persen.

Menurutnya, percepatan ekonomi perlu didukung penguatan sektor pertanian, peningkatan investasi, pengembangan UMKM, hilirisasi produk unggulan, serta pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah, terutama dalam mendukung pemulihan pasca bencana.

Ditengah upaya tersebut, Kabupaten Agam mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,91 persen pada Triwulan II 2026 secara tahunan (year-on-year). Capaian ini melampaui target RKPD Kabupaten Agam 2026 yang ditetapkan sebesar 4,7 persen.

Bupati Agam, Benni Warlis, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempertahankan tren positif tersebut melalui penguatan sektor pertanian, pengembangan agroindustri, dan peningkatan infrastruktur pendukung perekonomian masyarakat.

Komitmen itu didukung sejumlah program dan alokasi anggaran. Pada sektor pertanian, Pemkab Agam mengalokasikan Rp21,41 miliar untuk meningkatkan produktivitas, termasuk pengadaan 176 unit alat dan mesin pertanian (alsintan), pengembangan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, serta peningkatan jaringan irigasi.

Selanjutnya, sebesar Rp1,52 miliar disiapkan untuk mendukung pengembangan agroindustri, peningkatan kapasitas pelaku UMKM, pengembangan usaha mikro, dan penyediaan sarana prasarana industri.

Sementara itu, penguatan konektivitas dan infrastruktur didukung anggaran sebesar Rp228,50 miliar yang diarahkan untuk penanganan jalan, jembatan, serta infrastruktur pendukung kegiatan produksi dan distribusi masyarakat.

Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kabupaten Agam berupaya memperkuat fondasi ekonomi daerah dengan mengoptimalkan potensi lokal, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperlancar konektivitas antarwilayah.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen mewujudkan Agam Madani, Maju, dan Berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.-
Penulis : Tori
Editor : Harmen

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *