Lubuk Basung, AMC – Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, kembali menggelar pengajian mingguan rutin bersama kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam, di Rumah Dinas Bupati Agam, Lubuk Basung, Senin (6/7).
Kegiatan yang berlangsung khidmat itu diawali dengan tadarus Al-Qur’an dan salat Isya berjamaah yang diikuti para kepala OPD beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Agam.
Pada kesempatan tersebut, kultum disampaikan Andri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam dengan mengangkat hadis Rasulullah SAW, “Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau seperti seorang musafir.”
Dalam tausiyahnya dijelaskan,Rasulullah SAW mengingatkan umatnya agar tidak menjadikan kehidupan dunia sebagai tujuan akhir. Manusia sejatinya hanyalah musafir yang sedang menempuh perjalanan menuju kehidupan yang kekal di akhirat.
Seorang musafir, katanya, selalu mempersiapkan bekal secukupnya sebelum melakukan perjalanan. Begitu pula seorang Muslim, hendaknya mempersiapkan bekal terbaik berupa iman, ilmu, amal saleh, dan ketakwaan selama menjalani kehidupan di dunia yang hanya bersifat sementara.

“Perjalanan hidup kita di dunia ini memiliki persinggahan hingga akhirnya tiba pada pemberhentian terakhir, yaitu kembali menghadap Allah SWT. Semoga apa yang disampaikan malam ini menjadi pengingat dan membawa syafaat bagi kita semua,” ujarnya.
Menyelaraskan pesan dalam kultum tersebut, Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan bahwa kebahagiaan hidup dapat diraih apabila setiap Muslim menjadikan enam prinsip keislaman sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan diantaranya, prinsip pertama adalah tauhid, yakni menempatkan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam setiap aktivitas, mengikhlaskan setiap amal hanya untuk- Nya serta menjauhi segala bentuk kesyirikan.
Prinsip kedua adalah prinsip malaikat, dengan meneladani ketaatan malaikat yang senantiasa patuh kepada Allah. Menurutnya, nilai ini harus tercermin dalam sikap jujur, disiplin, dan penuh tanggung jawab dalam bekerja, karena setiap amal manusia senantiasa dicatat oleh malaikat.
Selanjutnya, prinsip meneladani kitab-kitab Allah mengajarkan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang harus dipelajari, dipahami, dan diamalkan dalam setiap aspek kehidupan.
Prinsip keempat adalah meneladani rasul, yaitu meneladani perjuangan dan akhlak Rasulullah SAW melalui empat sifat wajib rasul, yakni shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathanah (cerdas serta bijaksana).
Menurut Bupati, nilai-nilai tersebut harus menjadi karakter setiap aparatur pemerintah dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat.
Bupati menegaskan, nilai- nilai keislaman bukan sekadar dipahami sebagai teori, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan maupun pengabdian kepada masyarakat.
“Kebahagiaan hidup akan tercapai apabila enam prinsip keislaman ini benar -benar menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan. Dengan menjadikan Allah sebagai tujuan utama dan meneladani ajaran Islam dalam setiap langkah, insya Allah kita akan memperoleh kebahagiaan di dunia sekaligus keselamatan di akhirat,” jelas Bupati.-
Penulis : Tori
Editor : Harmen




