Tanjung Raya, AMC — Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal SE MCom, dampingi Menteri Pendidikan Sekolah Dasar dan Menengah RI, Abdul Muti, meninjau sejumlah sekolah yang terdampak bencana banjir bandang di Kecamatan Tanjung Raya, Jumat (5/12).
Kunjungan tersebut dipusatkan di SMPN 1 Tanjung Raya dan SDN 09 Bancah, Nagari Maninjau.
Dalam kesempatan itu, Wabup Muhammad Iqbal menyampaikan ucapan selamat datang kepada Menteri Abdul Muti beserta rombongan di Kabupaten Agam.

Ia memberikan apresiasi yang tinggi atas kepedulian pemerintah pusat yang hadir langsung meninjau kondisi riil kerusakan yang menimpa Kabupaten Agam.
“Terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Kehadiran Bapak Menteri menjadi penyemangat bagi kami dalam mempercepat pemulihan, khususnya di sektor pendidikan,” ujar Wabup Iqbal.
Ia menjelaskan kondisi terkini dampak bencana di sektor pendidikan, dari hasil pendataan, sebanyak 102 sekolah di Kabupaten Agam terdampak banjir bandang, meliputi jenjang SMA, SMP, SD, dan TK.
Dari jumlah tersebut, 60 sekolah mengalami kerusakan sedang hingga berat, sementara sisanya mengalami kerusakan ringan.
Sementara itu, Menteri Abdul Muti menyampaikan rasa duka mendalam serta keprihatinannya atas bencana yang terjadi, khususnya di Agam.
Ia menegaskan bahwa kunjungannya bukan sekadar meninjau lokasi, tetapi juga menyalurkan bantuan untuk mempercepat pemulihan proses belajar mengajar.
“Kami hadir untuk memastikan bahwa kegiatan pendidikan dapat segera bangkit. Anak-anak dan guru harus tetap mendapatkan hak pendidikan dan perlindungan pascabencana,” ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Abdul Muti menyalurkan berbagai bantuan untuk sekolah- sekolah yang terdampak, tidak hanya di Agam tetapi juga di seluruh wilayah Sumbar.
Tercatat sekitar 375 sekolah di Sumatera Barat terdampak, termasuk 102 sekolah di Kabupaten Agam.

Bantuan yang disalurkan berupa bantuan operasional sekolah, masing-masing, untuk PAUD sebesar Rp10 juta, SD Rp15 juta, SMP Rp20 juta, dan SMA Rp25 juta, total bantuan operasional tersebut mencapai Rp5,725 miliar.
Selain itu, pemerintah juga memberikan santunan bagi siswa dan guru yang menjadi korban bencana, yaitu 6 guru meninggal dunia sebesar Rp10 juta per orang, 3 guru dirawat sebesar Rp5 juta per orang dan 20 siswa meninggal dunia sebesar Rp5 juta per siswa dan siswa dalam perawatan: Rp2,5 juta per siswa, total santunan mencapai Rp289 juta.
Tak hanya itu, bantuan tambahan lainnya juga diserahkan, yakni 3500 paket School Kit, 300 Family Kit, 1000 paket sembako, 25 set tenda sekolah darurat, 1 unit Starlink untuk pemulihan komunikasi, dan 500 paket makanan ringan anak
Menteri Abdul Muti berharap dukungan tersebut dapat mempercepat pemulihan pascabencana.
“Semoga seluruh bantuan ini dapat membantu proses pemulihan sektor pendidikan di Agam dan Sumatera Barat secara keseluruhan,” ujarnya.-
Penulis : Hari
Editor : HARMEN




