Lubuk Basung, AMC. – Bupati Agam, Ir. Benni Warlis, M.M Dt. Tan Batuah, bersama Tenaga Ahli BNPB Pusat, Brigjen Pol (Purn) Ir. Ary Laksmana Widjaja gelar rapat koordinasi terkait untuk penanganan darurat pasca bencana banjir bandang dan longsor yang melanda berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Agam, Minggu (30/11).
Rapat khusus yang digelar di Posko Utama Penanganan Dampak Bencana Kabupaten Agam di Balairung kediaman resmi Bupati Agam itu, diikuti berbagai unsur terkait dalam penanganan dampak bencana di Kabupaten Agam, melalui Zoom Meeting diantaranya Dandim 0304 Agam, perwakilan Telkomsel dan berbagai unsur lain, termasuk secara langsung hadir para Asisten, Kepala Perumda AM Tirta Antokan Agam, Polres Agam, Kepala OPD Kabupaten Agam, dan tim Basarnas.
Bupati Agam juga menjelaskan, kondisi bencana di wilayah terdampak baik di Kecamatan Palembayan, Malalak, Tanjung Raya, Tanjung Mutiara, IV Nagari ,Palupuah, Matur, IV Koto dan kecamatan lain.
“Pemkab. Agam terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pihak terkait untuk mempercepat penanganan darurat, termasuk pembukaan akses jalan, pendistribusian logistik, serta pelayanan bagi masyarakat di titik-titik pengungsian,” ujarnya.

Ditegaskan, Pemerintah Kabupaten Agam memastikan seluruh proses penanganan darurat dilakukan secara terpadu bersama TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan berbagai pihak lainnya demi mempercepat pemulihan kondisi masyarakat diwilayah itu.
Sementara, Tenaga Ahli BNPB Pusat, Brigjen Pol (Purn) Ir. Ary Laksmana Widjaja menyambut baik penanggulangan bencana yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Agam. Saat ini, pemerintah memastikan pengiriman bantuan akan terus dilanjutkan dan seluruh unsur, yakni pemerintah daerah, TNI, BNPB, dan mitra terkait bergerak bersama agar penanganan darurat berlangsung cepat dan tepat sasaran.
“Selain menyalurkan bantuan, juga meminta kepada Pemkab. Agam, untuk menginventarisir dan pendataan secara menyeluruh dampak kerusakan akibat bencana karena ini penting,”tegasnya.
Pihaknya juga ingin memastikan pemerintah daerah melakukan penanganan darurat secara optimal, seperti pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak maupun evakuasi warga yang harus diungsikan ke pos pengungsian.
Dalam pertemuan tersebut, beberapa OPD terkait juga menjelaskan bagaimana kondisi terakhir kepada BNPB pusat, seperti, logistik, dapur umum, posko kesehatan, evakuasi, air bersih, alat berat, sarana pendidikan, dan lainnya.
Penulis : JONATA
Editor : HARMEN




