Sekda Agam : Budidaya Lebah Galo-Galo Dorong Ekonomi Hijau

  • Bagikan

Tanjung Raya, AMC – Budidaya lebah galo-galo tidak hanya menghasilkan madu bernilai ekonomis, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

Konsep ini dikenal sebagai ekonomi hijau, yakni mengambil manfaat dari alam sekaligus merawat dan melestarikannya.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr Mhd Lutfi saat menghadiri penyerahan bantuan lebah galo-galo dari PT PLN Persero Unit Induk Distribusi Sumatera Barat kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) GILA Aren, di Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Kamis (2/10).

Menurut Lutfi, pengembangan budidaya lebah galo-galo memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat, tanpa merusak hutan yang selama ini terjaga dengan baik.

“Kita mengapresiasi PT PLN karena program ini sangat tepat sasaran. PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia listrik, tetapi juga mitra pembangunan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Lutfi menegaskan bahwa Kabupaten Agam memiliki kekayaan alam luar biasa, yang baru bernilai bila dikelola secara bijaksana dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Dia berharap, KTH GILA Aren sebagai penerima bantuan, dapat menjadi pionir usaha berbasis lingkungan yang menginspirasi nagari lain.

“Jika dijalankan secara konsisten, kita yakin usaha lebah galo-galo akan menjadi salah satu produk unggulan daerah,” ungkap Sekda.

Mengakhiri sambutannya, Lutfi mengajak seluruh pihak menjadikan program ini sebagai momentum kebangkitan semangat, untuk usaha yang berlandaskan kelestarian lingkungan.

“Mari kita buktikan bahwa masyarakat Agam mampu mandiri secara ekonomi sambil menjaga alam tetap lestari untuk generasi mendatang.” tutupnya.

Penulis : Andri

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *