Lubuk Basung, AMC – Pemerintah Kabupaten Agam mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Agam mengoptimalkan potensi pengumpulan dan pendistribusian zakat agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr Lutfi saat membuka Musyawarah Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BAZNAS Kabupaten Agam 2027, di Aula Baperinda Agam, Selasa (3/11).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dr Buchari dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam, Rinalfi serta jajaran terkait.
Sekda menegaskan bahwa penyusunan RKAT BAZNAS Agam perlu diselaraskan dengan visi pembangunan Kabupaten Agam sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2026– 2030, yakni Agam Madani, Maju, Adil dan Sejahtera.
Menurutnya, seluruh program yang dirancang BAZNAS Agam harus memiliki keterkaitan dengan arah pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mengurangi angka kemiskinan.
“BAZNAS Agam memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan daerah melalui pengumpulan dan pendistribusian zakat. Karena itu, program yang disusun harus sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Agam, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, berdasarkan data BAZNAS Agam, pengumpulan zakat di Kabupaten Agam sejak 2022 hingga saat ini telah mencapai Rp59 miliar lebih. Potensi tersebut dinilai perlu terus dikembangkan, mengingat angka kemiskinan di Kabupaten Agam masih tinggi.
Untuk itu, Sekda mengharapkan sinergi pemerintah daerah dan BAZNAS Agam semakin diperkuat, terutama melalui lima pilar kolaborasi, meliputi pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, respons cepat terhadap bencana, penguatan ekonomi masyarakat, serta optimalisasi pengelolaan zakat.
Pada sektor pendidikan, ia mengapresiasi berbagai program beasiswa yang telah disalurkan BAZNAS kepada masyarakat kurang mampu.
Menurutnya, dukungan pendidikan menjadi salah satu langkah penting untuk membuka kesempatan generasi muda memperoleh masa depan yang lebih baik dan keluar dari lingkaran kemiskinan.
Selain itu, peran BAZNAS Agam dalam penanganan bencana juga dinilai sangat membantu masyarakat Agam, terutama pasca bencana hidrometeorologi melanda daerah tersebut pada 2025.
Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan langsung, tetapi juga pendampingan dan dukungan pemulihan masyarakat, termasuk keterlibatan dalam rencana pembangunan hunian tetap (huntap).
Sekda juga menekankan pentingnya memperluas sumber pengumpulan zakat, baik dari kalangan aparatur sipil negara (ASN), perusahaan, maupun masyarakat umum.
Ia meminta perangkat daerah terkait bersama BAZNAS Agam meningkatkan sosialisasi mengenai kewajiban zakat, khususnya zakat mal, melalui berbagai saluran komunikasi dan kegiatan keagamaan.
“Potensi zakat di Agam masih bisa kita tingkatkan. Kesadaran masyarakat, ASN, hingga perusahaan perlu terus dibangun agar kewajiban zakat dapat ditunaikan sesuai ketentuan syariat,” katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan, keberhasilan BAZNAS tidak hanya diukur dari besarnya zakat yang berhasil dihimpun, tetapi juga dari ketepatan sasaran dan dampak pendistribusiannya.
Menurutnya, zakat yang disalurkan hendaknya tidak sebatas memenuhi kebutuhan konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program produktif yang mampu mendorong kemandirian mustahik.
Salah satunya melalui pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), sehingga masyarakat kurang mampu memiliki sumber penghasilan dan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidupnya.
“Yang kita harapkan bukan sekadar zakat terkumpul dan kemudian disalurkan, tetapi bagaimana pendistribusiannya tepat sasaran dan memberikan dampak yang lebih besar. Misalnya melalui pendidikan dan pemberdayaan UMKM, sehingga masyarakat yang sebelumnya kurang mampu bisa menjadi lebih mandiri dan produktif,” jelasnya.
Melalui musyawarah penyusunan RKAT 2027 tersebut, Sekda berharap seluruh peserta dapat memberikan masukan dan pemikiran konstruktif agar program BAZNAS ke depan semakin terarah, terukur, serta menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia juga berharap perencanaan anggaran BAZNAS Agam mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Agam.
Dalam kegiatan itu, BAZNAS Agam juga menyerahkan piagam penghargaan kepada pimpinan BAZNAS Agam yang telah berpulang saat menjabat, serta pimpinan yang lulus sebagai PPPK.
Penulis : Andri
Editor : Reska/Harmen




