Lubuk Basung, AMC.- Pemerintah Kabupaten Agam terus mendorong peningkatan keterampilan masyarakat sebagai salah satu upaya menekan angka pengangguran sekaligus membuka peluang usaha baru.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan berbasis kompetensi yang digelar serentak secara nasional.
Di Kabupaten Agam, kegiatan ini dilaksanakan melalui empat paket pelatihan dengan subkejuruan Digital Marketing, Tata Rias Pengantin dan Hantaran, Teknisi Telepon Seluler Perangkat Keras, serta Peracikan Minuman Kopi Dasar.
Pelatihan dibuka Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan (Disperindag-Naker) Kabupaten Agam, Hamdi, di UPT BLK Agam, Rabu (28/10).
Hamdi mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus mendorong lahirnya wirausahawan baru.
Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Agam, jumlah pengangguran pada 2025 tercatat sebanyak 14.384 jiwa.
Kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu dijawab melalui peningkatan keterampilan dan penciptaan peluang usaha.
“Dengan tingginya angka pengangguran dan keterbatasan peluang kerja di dunia usaha dan dunia industri, pemerintah daerah melalui Program Unggulan Tahun 2025-2029, yaitu Agam Sejahtera dengan mencetak 1.000 entrepreneur muda, diharapkan dapat ikut menyelesaikan persoalan tersebut,” ujar Hamdi.
Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan kompetensi dan keterampilan, tetapi juga mencakup pemberian bantuan peralatan hingga dukungan pemasaran dan promosi.
Salah satu bentuk dukungan itu lanjutnya, diwujudkan melalui pelatihan Digital Marketing.

Peserta diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk UMKM, baik produk sendiri maupun membantu mempromosikan produk pelaku UMKM lainnya.
“Peserta diharapkan mampu menguasai pengelolaan media sosial, pembuatan konten promosi, teknik pemasaran melalui platform digital, serta pemanfaatan marketplace untuk meningkatkan penjualan produk dan jasa,” katanya.
Sementara itu, peserta pelatihan Tata Rias Pengantin dan Hantaran diarahkan agar memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha di bidang jasa kecantikan.
Hamdi menyebut, peluang usaha di sektor tersebut cukup luas, mulai dari jasa rias untuk wisuda, pesta pernikahan hingga berbagai kegiatan dan pawai.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha dan memiliki keahlian dalam merias wajah sehingga dapat membuka peluang karier sebagai make-up artist maupun usaha salon,” ujarnya.
Untuk pelatihan Teknisi Telepon Seluler Perangkat Keras, peserta dibekali keterampilan mulai dari mengenali komponen perangkat keras, menggunakan peralatan servis, melakukan pemeriksaan kerusakan hingga teknik perbaikan telepon seluler.
Hamdi menekankan pentingnya ketelitian, keselamatan perangkat, kualitas hasil perbaikan dan kepuasan pelanggan dalam menjalankan profesi tersebut.
“Peluang kerjanya cukup tinggi, baik di tempat servis HP, toko elektronik maupun usaha yang bergerak di bidang teknologi komunikasi. Peserta juga memiliki peluang untuk membuka usaha servis HP secara mandiri,” katanya.
Sedangkan peserta pelatihan Peracikan Minuman Kopi Dasar ditargetkan mampu menguasai keterampilan meracik dan menyajikan minuman berbasis kopi sesuai standar industri.
Meski berlangsung dalam waktu relatif singkat selama delapan hari, peserta diharapkan memiliki bekal keterampilan yang dapat diterapkan di kafe, restoran maupun sektor usaha kuliner lainnya.
“Peserta diharapkan mampu meracik dan menyajikan minuman berbasis kopi secara profesional, termasuk memiliki kemampuan berkomunikasi dengan pelanggan serta memberikan pelayanan yang ramah dan memuaskan,” jelas Hamdi.
Lebih jauh, Hamdi mengingatkan peserta bahwa peningkatan kompetensi tidak cukup hanya dengan menguasai keterampilan teknis.
Namun karakter dan etos kerja juga menjadi modal penting untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha.
“Selain meningkatkan kompetensi dan keterampilan, kita berharap peserta juga meningkatkan kualitas karakter diri, seperti moral, kejujuran, disiplin, semangat dan kerja keras,” tegasnya.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius, disiplin dan penuh tanggung jawab agar setiap tahapan serta unit kompetensi yang diberikan dapat dipahami dengan baik.
“Dengan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara serius, kita berharap peserta dapat menjadi entrepreneur baru yang mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja,”jelaanya.
Penulis : Andri
Editor : Reska/Harmen




