Lubuk Basung, AMC – Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM Dt. Tan Batuah mengajak umat Islam untuk menjadikan shalat sebagai kebutuhan hidup, bukan sekadar kewajiban yang harus ditunaikan.
Menurutnya, kecintaan dan keimanan seseorang kepada Allah SWT tercermin dari kesungguhan dalam melaksanakan ibadah shalat. Bahkan, suara azan seharusnya mampu mengetuk hati orang beriman dan mendorongnya segera memenuhi panggilan Allah SWT.
“Orang beriman itu ketika mendengarkan azan, hatinya tersentak dan tergerak untuk melaksanakan shalat,” ujar Bupati Benni saat menyampaikan tausiah di hadapan majelis.
Ia menjelaskan, shalat merupakan salah satu indikator keimanan sekaligus wujud cinta dan pengabdian seorang hamba kepada Allah SWT. Perintah shalat juga memiliki kedudukan istimewa karena disampaikan langsung oleh Allah SWT kepada umat Islam melalui Nabi Muhammad SAW.
Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”
Bupati Benni juga mengingatkan bahwa shalat bukan hanya bentuk pengabdian, tetapi menjadi sarana bagi umat untuk senantiasa mengingat Allah SWT sekaligus memohon pertolongan-Nya.
Menurutnya, sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Baqarah ayat 45 yang memerintahkan umat Islam menjadikan sabar dan shalat sebagai sarana memohon pertolongan kepada-Nya.
Untuk itu, Bupati mengajak para jamaah agar tidak sekadar menggugurkan kewajiban dalam melaksanakan shalat. Setiap gerakan dan bacaan dalam shalat hendaknya dilakukan dengan penuh kesadaran, ketenangan, dan kekhusyukan.
“Rasakan shalat itu dengan nikmat, laksanakan dengan tumakninah dan khusyuk. Jangan hanya sekadar melaksanakan gerakan dan bacaan, tetapi pahami bahwa kita sedang menghadap Allah SWT,” pesannya.
Ia menjelaskan, tumakninah merupakan sikap tenang dan berdiam sejenak setelah melakukan suatu gerakan dalam shalat hingga seluruh anggota badan berada dalam posisi tetap.
Lebih jauh, Bupati Benni menekankan pentingnya mengubah cara pandang terhadap shalat. Menurutnya, ketika shalat telah ditempatkan sebagai sebuah kebutuhan, seseorang akan berusaha mencari waktu dan kesempatan untuk menunaikannya dengan sebaik-baiknya.
“Jadikanlah shalat ini sebagai sebuah kebutuhan. Kalau sudah kita letakkan shalat sebagai kebutuhan, tentu akan kita upayakan dan laksanakan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Ia berharap, pemahaman tersebut tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga shalat mampu membentuk pribadi yang semakin dekat dengan Allah SWT serta menjadi sumber ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.-
Penulis : Tori.
Editor : Harmen




