Tanjung Mutiara, AMC.- Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd. Lutfi, meninjau titik bencana banjir di Nagari Tiku V Jorong, Kamis (27/11).
Dalam kunjungan tersebut, ia mengajak seluruh personel TNI-Polri, Basarnas, BPBD, serta pihak terkait lainnya untuk memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada sambil menunggu bantuan tambahan.
“Selagi menunggu bantuan lainnya datang, mari kita maksimalkan segala potensi dari alat dan sumber daya yang kita punya sekarang,” ujarnya di lokasi.
Selain itu, Sekda Agam menjelaskan bahwa saat ini terdapat delapan titik evakuasi di Tiku V Jorong yang dioperasikan. pemerintah kabupaten, kecamatan, dan nagari bersama tengah berupaya melaksanakan penanganan bencana yang difokuskan pada evakuasi warga, pendistribusian logistik, serta pembukaan akses bagi masyarakat yang masih terisolasi.
“Kita berharap seluruh masyarakat yang terdampak bisa kita layani secara maksimal, baik dari segi keselamatan maupun kebutuhan lainnya,” tambahnya.
Ia menegaskan, penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. “Mari kita bersama-sama mulai Pemkab Agam, TNI-Polri, PMI, Basarnas, kecamatan, nagari, dan seluruh stakeholder menyatukan persepsi, tenaga, dan pemikiran dalam menanggulangi bencana ini,” tegas Lutfi.

Sementara itu, Camat Tanjung Mutiara, Edo Aipa Pratama, menyampaikan bahwa lima jorong di Nagari Tiku V Jorong terdampak banjir. Terdapat delapan titik kritis berupa dua jembatan ambruk serta enam titik jalan yang tertutup air setinggi 2,5 hingga 3 meter. Beberapa titik bahkan tidak dapat diakses melalui jalur darat.
“Kami sudah mengakses beberapa lokasi melalui jalur air menggunakan boat milik Basarnas, PMI, dan TNI-Polri,” jelas Edo.
Diperkirakan sekitar 8.000 jiwa terdampak dan sebagian besar terisolir, terutama di Jorong Masang Timur yang dihuni 1.500–2.000 jiwa. Keterbatasan armada menjadi kendala utama pendistribusian logistik dan proses evakuasi.
“Kami sudah meminta penambahan armada. Jika armada cukup, kami akan segera mengirimkan bantuan sembako dan membuka dapur umum di Jorong Masang Timur. Kami juga telah berkoordinasi dengan Nyiak Jorong untuk menyiapkan relawan,” katanya.
Saat ini satu unit boat beroperasi bolak-balik untuk mengevakuasi warga dari Jorong Labuhan ke masjid dan gedung TPA/MDA Al-Hidayah di Jorong Masang Timur yang berjarak 10 kilometer. Di lokasi tersebut, pemerintah kecamatan berupaya membuka dapur umum dan shelter sementara.
Namun, keterbatasan armada membuat distribusi bantuan berlangsung lambat. “Boat yang ada sekarang terpakai untuk evakuasi warga dan distribusi bantuan, sehingga prosesnya tidak bisa cepat,” ungkap Edo.
Pemerintah setempat terus berkoordinasi untuk percepatan penanganan bencana dan memastikan kebutuhan warga terdampak dapat segera terpenuhi.-
Penulis : Tori
Editor : HARMEN




