Lubuk Basung, AMC — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, H. Irman Gusman, SE., MBA, melakukan kunjungan ke Kabupaten Agam, Kamis (24/10).
Kunjungan Anggota DPD utusan Sumatera Barat itu disambut Bupati Agam . H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, bersama unsur Forkopimda dan para pejabat daerah di kediaman resmi Bupati Agam,Padang Baru, Lubukbasung.
Pada kesempatan itu, Bupati Benni memaparkan berbagai program unggulan dan potensi investasi strategis yang tengah dikembangkan Pemerintah Kabupaten Agam.

Beberapa program prioritas yang disampaikan di antaranya Sawah Pokok Murah, Bangkik dari Surau, Sholat Champion, serta Nagari Creative Hub berbasis masjid.
Menurut Bupati Benni, program-program tersebut tidak hanya menitik beratkan pada aspek keagamaan, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, adat, serta ekonomi kreatif masyarakat.
“Selain program unggulan bangkik dari surau, melalui Nagari Creative Hub berbasis masjid, kita juga ingin menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat tempat lahirnya ide dan inovasi, baik dalam bidang keagamaan, sosial, budaya, maupun ekonomi,”
ujar Bupati.
Selain fokus pada bidang sosial dan keagamaan, Pemkab Agam juga tengah gencar mendorong sektor pariwisata dan investasi daerah.
Bupati Benni menjelaskan, pengembangan kawasan wisata Linggai di Danau Maninjau menjadi salah satu prioritas utama, di samping pengembangan Pantai Bandar Mutiara di Kecamatan Tanjung Mutiara yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir.

Ditambahkan, Pemkab Agam terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan menyiapkan berbagai dokumen pendukung seperti RTRW, studi kelayakan, dan master plan di sektor-sektor unggulan.
Menanggapi hal tersebut, H. Irman Gusman mengapresiasi langkah Pemkab Agam yang mampu memadukan pembangunan ekonomi, sosial, dan keagamaan dalam satu arah kebijakan.
Ia menekankan pentingnya data sebagai aset paling berharga dalam pembangunan daerah.
“Data adalah aset terpenting saat ini. Contohnya, Tiongkok menjadi maju dimulai oleh diasporanya. Bak pepatah Minang, marantau bujang dahulu, di rumah baguno balun. Kita juga harus memiliki data perantau agar ranah dan rantau bisa bersinergi,” ungkap Irman.
Lebih lanjut, mantan Ketua DPD RI itu menyebut pentingnya menghidupkan kembali konsep brain gain, yakni mengidentifikasi para tokoh perantau sukses mulai dari ulama, akademisi, profesor hingga pelaku ekonomi untuk dikonsolidasikan dalam pembangunan daerah.
“Dengan teknologi saat ini, pendataan dan kolaborasi antara ranah dan rantau sangat memungkinkan. Ini adalah cara efektif untuk mempercepat pembangunan Agam,” ujarnya.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perantau, dan pemangku kepentingan nasional dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Agam yang berkelanjutan, religius, dan berdaya saing.-
Penulis : Tori
Editor : Harmen




