Diharapkan Lebih Kreatif, 20 Perempuan di Tanjung Mutiara Diberi Pelatihan TKM

  • Bagikan

AMCNews.co.id — 20 Perempuan di Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam, mengikuti kegiatan perluasan kesempatan kerja melalui Tenaga Kerja Mandiri (TKM) di kantor camat setempat, 24 sampai 28 Juni 2019.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumbar.Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumbar Wilson, kepada AMCNews.co.id, usai membuka kegiatan tersebut mengatakan, pembekalan SDM ini diharapkan bisa menumbuhkembangkan usaha dan lapangan kerja yang lebih produktif dengan memanfaatkan potensi daerah.

“Seperti di Kecamatan Tanjung Mutiara, potensi daerahnya perikanan maka masyarakatnya kita bina untuk lebih kreatif dalam mengolah usaha perikanan. Misalnya awalnya mereka hanya berjualan keripik ikan, melalui pelatihan ini kita bisa membuka wawasan mereka untuk mengolah ikan menjadi bakso ikan. Pola inovatif ini yang akan kita berikan,” ujarnya.

Sehingga, ditambahkannya, pelaku UKM tidak hanya terpaku pada satu jenis usaha saja.

“Apabila jenis usaha banyak, maka lapangan kerja juga bertambah. Apabila lapangan pekerjaan bertambah, maka pengangguran berkurang,” ulasnya.

Menurutnya, kegiatan ini penting diberikan kepada pelaku usaha pemula karena refleksi kondisi ekonomi masih belum mencapai tingkat pertumbuhan yang diharapkan.

Hal ini juga dibarengi dengan kondisi ketenagakerjaan khususnya masalah pengangguran masih terus bertambah ditandai dengan rendahnya penyerapan tenaga kerja pada sektor formal.

Saat ini tercatat, angkatan kerja di Sumbar pada Februari 2019 sebanyak 2,69 juta jiwa. Menurun sebanyak 5523 orang dibanding Februari 2018.

“Sedangkan tingkat partisipasi angka kerja pada bulan Februari 2019 tercatat 70,27 persen. Artinya, pertumbuhan ekonomi di Sumbar membaik karena pengangguran terbuka menurun menjadi 5,29 persen pada Februari 2019,” jelasnya.

Berdasarkan data BPS Provinsi Sumbar tahun 2018, jumlah UKM sebanyak 548.781. Daerah dengan besaran jumlah kedua terbanyak adalah Kabupaten Agam setelah Kota Padang.

Menyikapi situasi dan kondisi tersebut, oleh sebab itu pihaknya menciptakan dan memperluas kesempatan kerja disetiap daerah.

“Maka kita sangat berharap tiap daerah membuat kebijakan dalam menciptakan pola perluasan kesempatan kerja, salah satunya melalui Tenaga Kerja Mandiri (TKM),” pungkasnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam, Jetson, mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas program yang diberikan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumbar melalui peningkatan wawasan dan SDM dalam mempromosi perluasan kesempatan kerja yang diberikan kepada UKM di Kabupaten Agam.

“Kita berharap melalui bimbingan dan fasilitasi yang diberikan bisa mengubah pola pikir para pelaku usaha pemula, agar ke depannya bisa lebih cakap lagi dalam menumbuhkembangkan usahanya,” pintanya.

Ia menjelaskan, Usaha Mikro Kecil di Kabupaten Agam terbesar ke-dua di Sumbar. Menurutnya, ini merupakan peluang untuk membangkitkan ekonomi sekaligus bumerang bagi daerah kalau tidak bisa mengembangkan secara maksimal.

“Namun, berdasarkan survey bahwa ibu-ibu di Agam mayoritas memiliki keterampilan usaha di rumah tangganya. Minimal keterampilan menjahit atau membuat olahan makanan. Apabila mereka bisa memanfaatkan pelatihan ini dengan sungguh-sungguh maka potensi yang mereka miliki akan bernilai ekonomis sehingga menambah pendapatan keluarga,” terang Jetson.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta pemerintah provinsi untuk melanjutkan program TKM ini secara berkelanjutan, sehingga kesejahteraan ekonomi masyarakat bisa meningkat.

Hal senada juga disampaikan Camat Tanjung Mutiara, Yogi Astarian.

“Terimakasih atas dipercayanya masyarakat Tanjung Mutiara untuk mengikuti kegiatan promosi perluasan kesempatan kerja.

Ini peluang bagi para UKM ke-depannya untuk bisa membenahi diri melalui ilmu dan wawasan yang diberikan. Sehingga, para pelaku usaha mandiri di Tanjung Mutiara bisa lebih maju dan berkembang lagi,” harapnya. (AMC06)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *