Kunjungi Rumah Baca Anak Nagari, Bunda Literasi Agam: Investasi Masa Depan

  • Bagikan

Tilatang Kamang, AMC – Bunda Literasi Kabupaten Agam, Ny Merry Benni Warlis, mengunjungi Rumah Baca Anak Nagari di Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Rabu (11/1).

Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak di nagari tersebut.

Kedatangan Bunda Literasi Kabupaten Agam disambut hangat oleh pengurus Rumah Baca Anak Nagari, Ketua Yayasan Pendidikan dan Budaya Literasi Anak Nagari, Sry Eka Handayani, serta para relawan dan anak-anak yang aktif memanfaatkan fasilitas rumah baca itu.

Dalam kesempatan tersebut, Ny Merry menyampaikan apresiasi atas kehadiran Rumah Baca Anak Nagari yang dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan bagi generasi muda.

Menurutnya, kegiatan literasi yang dilakukan di rumah baca ini merupakan bentuk investasi berharga bagi masa depan anak- anak. Bahkan, ia menyebut upaya tersebut sebagai “penanaman modal akhirat”, karena ilmu yang diberikan kepada anak-anak akan terus bermanfaat sepanjang hayat.

“Rumah baca ini tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar dan pembinaan karakter bagi anak-anak. Apa yang dilakukan para pengelola merupakan bentuk investasi besar bagi masa depan generasi kita,” ujarnya.

Ny Merry juga mengapresiasi semangat para relawan dan pengelola yang secara konsisten membangun budaya literasi di tengah masyarakat.

Ia berharap keberadaan rumah baca ini dapat terus dimanfaatkan secara maksimal oleh anak-anak dan masyarakat sekitar.

Pada kesempatan itu, kegiatan di Rumah Baca Anak Nagari juga diikuti oleh siswa-siswi SDN 27 Gaduik yang datang untuk membaca dan mengikuti berbagai aktivitas literasi.

Kepada para guru dan pendidik, Ny Merry berpesan agar memberikan perhatian lebih kepada anak-anak, terutama mereka yang kurang mendapatkan perhatian dari orang tua, baik karena kondisi keluarga yang berpisah maupun karena salah satu orang tuanya telah meninggal dunia.

“Anak-anak seperti ini membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang lebih. Peran guru sangat penting untuk memberikan motivasi, pendampingan, serta menumbuhkan semangat belajar mereka,” pesannya.

Ia berharap melalui kolaborasi antara rumah baca, sekolah, serta masyarakat, gerakan literasi di Kabupaten Agam dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.-
Penulis : Hari
Editor : HARMEN

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *