Sungai Batang Miliki Kawasan Objek Wisata Baru

  • Bagikan

AMCNews.co.id — Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang menjadi harapan berbagai daerah untuk menggerakkan roda perekonomian, termasuk di Kabupaten Agam akan memberi sentuhan lebih kepada sektor pariwisata.

Beberapa lokasi wisata baru kini telah banyak muncul dan terekspos dengan bagus di Kabupaten Agam, sehingga semakin ramai dikunjungi wisatawan baik lokal, dari luar Provinsi Sumbar maupun wisatawan asing.

Salah satu potensi wisata baru tersebut, yaitu tapian Danau Maninjau yang terletak di Kualo Jorong Kubu Nagari Sungai Batang Kecamatan Tanjung Raya. Lingkungan alam yang alami serta diapit oleh lahan persawahan dan beberapa kolam ikan sebagai tempat konservasi LIPI menambah nilai jual objek wisata tersebut lebih tinggi.

Tentunya hal ini menjadi daya tarik sendiri bagi para pengunjung untuk menikmati perbaduan wisata yang berbeda dari tempat lain.

Ide ini merupakan gagasan dari Wakil bupati Agam Trinda Farhan Satria, saat melakukan kunjungan ke lokasi Konservasi LIPI terkait Save Maninjau, ke tapian danau yang terletak di Jorong Kubu Nagari Sungai Batang, tadi siang, Kamis (26/7).

Konservasi yang dilakukan LIPI adalah memperbaiki ekosistem air dan oksigen air danau serta penyelamatan biota endemik yang hampir punah.

Dalam kunjungan itu, wabup melihat bahwa kawasan tersebut sangat cocok digunakan sebagai wahana objek wisata baru, yaitu pembuatan kincir air tenaga surya. Keberadaan kincir angin tersebut disamping sebagai aerasi (suatu proses penambahan udara/oksigen dalam air) untuk memperbaiki ekosistem udara air, juga bisa untuk areal wisata bagi para pengunjung, karena keunikannya.

“Dengan begitu wahana objek wisata multifungsi bisa kita wujudkan,” jelas wabup.

Menurut wabup, hal ini masih dalam pembahasan dan diskusi bersama pihak LIPI bagaimana ke depannya, program Save Maninjau bisa dikolaborasikan dengan potensi wisata yang dimiliki salingka danau.

Terkait hal itu, Wali Nagari Sungai Batang, Jon Hendra, yang ikut mendampingi kegiatan itu, menyatakan pihaknya siap mendukung perencanaan pembuatan kawasan save maninjau sebagai objek wisata baru.

“Melalui dana nagari ini bisa kita lakukan. Apalagi hal ini juga sudah diintruksikan oleh bupati bahwa nagari yang ada di salingka danau membuat sebuah kawasan objek wisata baru,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Loka Alih Teknologi Penyehatan Danau LIPI, Jojo Sudarso, menyebutkan bahwa kondisi oksigen air di kawasan danau maninjau secara bertahap sudah berangsur membaik dari biasanya.

“Saat ini 10 meter ke dalaman air dari permukaan danau kondisi oksigen sudah baik, tahun kemarin kalau sedalam itu tingkat oksigennya nol, itulah yang menyebabkan ikan mati,” jelasnya.

Keberadaan konservasi disamping memperbaiki kondisi air dan oksigen air, pihaknya juga berupaya mempertahankan biota-biota yang nyaris punah, seperti rinuak, bada, gupareh, asang, nila, mas dan lainnya.

(AMC06)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.